Jumat, 25 Jun 2021 18:11 WIB

3 RS DKI Diubah Jadi RS COVID-19, Ini Rincian Penambahan Kapasitasnya

Angga Laraspati - detikHealth
Petugas kesehatan merawat pasien COVID-19 di tenda darurat Rumah Sakit QIM, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (23/6/2021). Sebanyak tiga pasien COVID-19 dirawat di tenda darurat Rumah Sakit QIM Batang karena kapasitas ruang isolasi sebanyak 29 sudah penuh. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/hp. Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Jakarta -

RS Umum Fatmawati, RS Umum Persahabatan, dan RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso sudah resmi ditunjuk Kemenkes untuk khusus melayani pasien COVID-19. Berikut adalah rincian penambahan kapasitasnya.

Direktur Utama RS Sulianti Saroso yang juga Plt Direktur Utama RS Persahabatan dr Mohammad Syahril mengatakan, pihaknya akan menambah sebanyak 41 tempat tidur sehingga jadi total 145 tempat tidur sampai pertengahan Juli ini. Menurutnya, penambahan ini tentu harus perlu diiringi penambahan SDM, alat kesehatan, dan sarana prasarana pendukung lain.

"Sudah disiapkan 80 perawat dan dua dokter spesialis, radiologi, rehabilitasi medik. Mudah-mudahan dengan tambahan ini kita bisa melayani maksimal," ujar dr Syahril dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Untuk di RS Persahabatan, menurut dr Syahril, ada 409 tempat tidur. Saat ini 55 persen tempat tidur diperuntukkan melayani COVID-19. Dengan lonjakan kasus ini,pihaknya merencanakan penambahan tempat tidur secara bertahap karena ada perubahan menjadi ruang isolasi yang harus memenuhi persyaratan isolasi.

"Kita juga membutuhkan perawat jadi sebanyak 150 orang dan 14 dokter," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Dirut RS Fatmawati dr Azhar Jaya mengatakan pihaknya mempunyai 500 tempat tidur dengan 52 persennya atau 261 tempat tidur untuk pasien COVID-19.

Dia menambahkan, pihaknya ditugaskan Menteri Kesehatan meningkatkan kapasitas menjadi 350 tempat tidur. Tentu saja, lanjut Azhar, pihaknya akan sekuat tenaga mengurangi pasien umum tentu secara alami karena tidak bisa memaksa memulangkan.

"Kami harapkan nanti pada 1 Juli kita sudah bisa meningkatkan sampai 350 tempat tidur atau sekitar 70 persen dari kapasitas tempat tidur yang ada," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan kebijakan konversi 3 RS tersebut diambil oleh Kementerian Kesehatan untuk menambah kapasitas di sejumlah RS.

"Diharapkan dengan mengkonversi ketiga RS tersebut, akan membantu menambahkan ketersediaan tempat perawatan," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi.

Berdasarkan data per 24 Juni 2021, tersedia 94.420 tempat tidur untuk isolasi maupun perawatan. Di sisi lain, secara rata-rata nasional angka keterisian tempat perawatan 67-68 persen, di beberapa daerah angka keterisian sudah mencapai 80 persen.

"Di Jogja dan Jawa Tengah sudah mencapai 85 persen, Banten 87 persen, Jawa Barat 88 Persen, DKI Jakarta 90 persen," ujar Nadia.

(akn/up)