Senin, 28 Jun 2021 18:30 WIB

Hati-hati! Anemia Perburuk Kondisi Pasien COVID-19 hingga 3,5 X Lipat

Rita Puspita Rachmawati      - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Gejala COVID-19 pada umumnya kerap tidak khas, dan mirip dengan penyakit flu biasa. Namun, jika seseorang memiliki penyakit penyerta, bukan tidak mungkin kondisi bisa menjadi lebih mengkhawatirkan. Salah satu yang bisa memperburuk kondisi pengidap COVID-19 adalah anemia.

Anemia adalah kondisi di mana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin (protein dalam sel darah merah) di bawah nilai batas pada umumnya. Akibatnya, kemampuan tubuh untuk mengangkut oksigen ke darah menjadi terganggu.

Pengidap anemia juga memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Hemoglobin bertugas untuk membawa oksigen ke organ-organ dalam tubuh. Jika hemoglobin rendah, maka pengangkutan oksigen ke organ akan terganggu.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan hipoksia dan akhirnya mengakibatkan disfungsi multi organ, terutama disfungsi organ pernapasan.

Disfungsi multi organ inilah yang memperburuk kondisi pasien COVID-19. Penelitian menunjukkan, pasien COVID-19 dengan anemia memiliki risiko tingkat keparahan 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa anemia.

Selain itu, virus Corona bisa berinteraksi dengan molekul hemoglobin dalam sel darah merah. Interaksi ini menyebabkan virus merusak rantai hemoglobin dan menyebabkan kerusakan sel darah merah.

Anemia bisa terjadi pada siapa saja, terutama ketika kualitas asupan gizi sehari-hari rendah. Kelompok yang paling rawan mengalami anemia adalah balita, remaja putri, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis.

Untuk itu, masyarakat harus lebih sadar dengan kondisi anemia yang dapat memperparah penderita COVID-19. Penderita anemia juga perlu mempersiapkan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisir risiko terpapar virus corona. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti vaksinasi.

Penting juga untuk lebih memperhatikan dan menjaga kualitas asupan gizi sehari-hari agar daya tahan tubuh lebih meningkat.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)