Selasa, 29 Jun 2021 15:34 WIB

Risiko Transplantasi Sel Induk Kian Rendah, Ini Penjelasan Ahli

Sponsored - detikHealth
Dato Dr. Chang Kian Meng di Sunway Medical Centre. Dok. Sunway Medical Centre Foto: Sunway Medical Centre/ Dato Dr. Chang Kian Meng di Sunway Medical Centre.
Jakarta -

Tubuh manusia tersusun atas puluhan ribu sel, di mana sel induk adalah yang paling menakjubkan. Sel induk dapat melakukan apa yang disebut 'tindakan kebangkitan biologis'.

Dato Dr. Chang Kian Meng, konsultan spesialis hematologi dan pengobatan transplantasi di Sunway Medical Centre (SunMed) menegaskan sel induk adalah 'ibu dari sel-sel' untuk menyediakan sel baru.

"Setiap organ di tubuh kita seperti jantung, hati, paru-paru, ginjal, dan sebagainya, memiliki tipe sel induk yang unik. Transplantasi sel induk adalah tindakan untuk mentransplantasi sel induk sehat ke dalam tubuh pasien untuk memperbaiki atau mengganti sel-sel yang rusak," ujar Dato Dr. Chang.

Dengan kemajuan teknologi risiko transplantasi telah turun. Dari masa lalu 30%-40%, saat ini 10% hingga 15%.

Transplantasi sel induk hematopoietik adalah tindakan yang paling sering dilakukan untuk penderita anemia aplastic, leukemia, talasemia, sindrom tulang sumsum gagal, berbagai myeloma, limfoma, penyakit sickle cell, sindrom defisiensi imun gabungan yang parah, dan lain-lain. Singkatnya, sel induk ini dapat diperoleh dari tulang sumsum belakang, sel induk darah tepi, dan darah tali pusat.

Pasien kanker darah harus menjalani kemoterapi terlebih dahulu untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi dalam transplantasi sel induk

Karena kemajuan teknologi transplantasi yang berkelanjutan, seperti transplantasi sel induk hematopoietik mini-alogenik, dilakukan penurunan dosis kemoterapi dan elektroterapi untuk transplantasi sehingga lebih banyak pasien yang dapat menerima transplantasi sel induk.

"Saat ini, transplantasi sel induk memiliki tingkat keberhasilan tertinggi untuk anemia aplastik, talasemia, dan kegagalan sumsum tulang," kata Dato Dr. Chang.

Dato Dr. Chang juga mengimbau pasien yang menderita kanker darah melakukan kemoterapi untuk mengatur kondisi mereka sebelum melakukan transplantasi. Ia mengatakan dengan begitu tingkat kesuksesannya akan lebih tinggi. Meski demikian tingkat keselamatan dari tindakan perawatan transplantasi ini berbeda-beda, tergantung dari tipe penyakitnya.

Untuk pasien yang menderita gagal tulang sumsum (bone marrow failure) dan talasemia, tingkat keselamatannya bisa mencapai 70% sampai 80%. Untuk pasien penderita kanker darah, tingkat keselamatan mencapai 50% sampai 60%. Sementara pasien penderita leukemia akut dengan indeks sel darah putih yang terlalu tinggi, tindakan transplantasi sel induk juga dibutuhkan kemoterapi beberapa kali untuk mengontrol kondisi pasien. Setelah kemoterapi pasien dengan leukemia mielositik kronis juga membutuhkan transplantasi sel induk apabila keadaannya kambuh.

"Untuk kasus kecil pasien yang kambuh setelah tindakan transplantasi, ada pilihan perawatan lainnya yang bisa dilakukan. Mereka dapat menggunakan terapi sel baru, yaitu melalui imun sel, terapi sel-T, untuk melawan kanker darah," ujarnya.

Dato Dr. Chang mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda transplantasi sel induk.

"Jika dokter mengatakan bahwa penyakit Anda tidak ada tanda-tanda peningkatan untuk sembuh dan Anda harus dirawat dengan transplantasi sel induk, jangan tunda, dan jalanilah terapi transplantasi sel induk sesegera mungkin sebelum kondisi Anda semakin memburuk," papar dia.

Jenis-jenis Transplantasi Sel Induk (Stem Cell)

Transplantasi sel induk dibagi menjadi dua jenis, yaitu transplantasi sel induk autologus (autologous) dan transplantasi sel induk alogenik (alogenik). Transplantasi autologus melibatkan penggunaan sel induk seseorang sebelum memulai terapi yang merusak sel, seperti kemoterapi atau radiasi. Setelah perawatan selesai, sel Anda akan kembali ke tubuh Anda. Anda dapat memilih metode perawatan ini jika Anda memiliki tulang sumsum yang sehat dan hal itu dapat mengurangi resiko komplikasi seperti GVHD.

Sementara itu untuk transplantasi alogenik, metode ini melibatkan penggunaan sel-sel dari pendonor dan mereka memiliki resiko lebih tinggi untuk komplikasi tertentu, seperti GVHD. Anda juga mungkin butuh untuk menjalani pengobatan untuk menekan sistem imun agar tubuh Anda tidak menyerang sel baru. Kesuksesan transplantasi alogenik tergantung pada seberapa sel-sel donor cocok dengan Anda sendiri. Kerabat dekat sering kali adalah pilihan terbaik, atau kecocokan genetik dapat ditemukan dari bank umum sumsum tulang atau bank darah tali pusat.

Dato Dr. Chang mengatakan pasien yang sedang menjalani transplantasi alogenik adalah orang-orang penderita kanker darah, talasemia atau gagal tulang sumsum, karena tulang sumsum pasien atau darahnya memiliki penyakit. Tantangan terbesar adalah penolakan atau kegagalan yang terjadi setelah operasi.

Pertanyaan yang banyak ditanyakan

Apa saja hal-hal yang perlu pasien perhatikan dalam menjalani transplantasi sel induk?

Sebelum transplantasi, pasien harus menjalani pemeriksaan HLA berpasangan. Usia dan kesehatan fisik adalah hal yang perlu dipertimbangkan. Dikarenakan radioterapi dan kemoterapi harus dijalankan sebelum transplantasi, orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun tidak disarankan untuk menjalankan tindakan ini, khususnya transplantasi alogenik karena semakin tua usianya maka resikonya juga semakin besar.

Apa saja proses transplantasi?

Sebelum transplantasi dilakukan, staf medis akan melakukan pembersihan tulang sumsum pasien selama 5 sampai 6 hari melalui injeksi, pengobatan, dan elektroterapi. Donor menjalani cuci darah atau mengekstrak sel induk dari tulang sumsum. Pasien yang menjalankan transplantasi tulang sumsum hematopoietic akan bisa pulang dari rumah sakit selama 3 minggu. Mereka yang menjalankan transplantasi tulang sumsum bisa memakan waktu selama 5 minggu.

Apa yang harus pasien perhatikan setelah melakukan tindakan transplantasi?

Dalam 3 bulan pertama setelah menyelesaikan proses transplantasi, kunjungan konsultasi harus dilakukan secara intensif. Pada umumnya, rutinitas normal harian dapat dilanjutkan setelah 3 bulan; rutinitas bekerja atau sekolah dapat dilanjutkan setelah 6-9 bulan. Jika tidak ada keluhan atau kegagalan di 3 bulan pertama, berarti masalahnya tidak terlalu besar. Selama 3 tahun, jika tidak mengalami kambuh, transplantasi dinyatakan sukses. Selama satu tahun setelah perawatan, pasien harus menghindari mengonsumsi makanan mentah atau tidak/kurang matang.

Apa saja efek samping dari transplantasi sel induk?

Efek samping yang berhubungan dengan penolakan/kegagalan bisa terjadi dalam waktu singkat. Namun untuk jangka panjang, harus dilakukan perhatian ekstra terhadap efek dari organ rusak yang diakibatkan dari kemoterapi dan elektroterapi

Mengapa memilih Sunway Medical Centre?

Sunway Medical Centre memiliki layanan perawatan khusus kanker, termasuk terapi obat, terapi yang ditargetkan, radioterapi, transplantasi tulang sumsum, imunoterapi, dan terapi gen atau sel.

Sunway Medical Centre juga memiliki tim transplant yang berdedikasi dan lengkap:

  • Ahli Hematologi
  • Ahli Onkologi Medis
  • Ahli Radiologi Intervensi
  • Koordinator Transplantasi yang terlatih khusus

Brief Profile of Sunway Medical Centre

Dato Dr. Chang Kian Meng di Sunway Medical Centre. Dok. Sunway Medical CentreFoto: Sunway Medical Centre

Didirikan pada November 1999, Sunway Medical Centre adalah rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menerima akreditasi dari Australian Council on Healthcare Standards (ACHS). Memiliki 26 pusat keunggulan, 617 tempat tidur, lebih dari 60 spesialisasi, dan lebih dari 200 spesialis, SunMed menyediakan rangkaian lengkap solusi medis dan pembedahan.

Pionir dalam Adopsi Teknologi-Pertama di Malaysia dan kawasan sekitarnya.

  • Radixact-X9 Tomotherapy, rumah sakit pertama di Malaysia yang memasang mesin ini untuk menyediakan pemantauan waktu nyata, sangat presisi, perencanaan perawatan cerdas dan pengiriman tumor.
  • Leksell Gamma Knife ICON, rumah sakit pertama di Asia Tenggara untuk tumor otak.
  • Varian TrueBeam STx, rrumah sakit swasta pertama di Malaysia yang memasangnya.
  • 4-D PET/CT scanner, rumah sakit pertama di Klang Valley yang memasang model terbaru untuk membuat pencitraan tumor yang akurat dengan efek samping paling sedikit.
  • da VinciĀ® Si Surgical System, rumah sakit swasta pertama di Malaysia dengan generasi ke-3 dan model terbaru dari sistem bedah robotik (da Vinci) untuk pembedahan minimal invasive.
  • Terapi Radiasi Intraoperatif (IORT), rumah sakit swasta pertama di Malaysia.
  • Spect-Ct scan, scan tulang Xpect pertama di Malaysia.

Pusat Pasien Internasional (IPC) yang berada di Sunway Medical Centre adalah satu atap berdedikasi yang menangani kebutuhan pasien internasional dengan memberikan bantuan mulai dari janji temu pasien, perkiraan biaya, juru bahasa dan pengaturan akomodasi hingga transportasi logistik dan lain-lain.

Demi kenyamanan pasien internasional kami di Indonesia, SunMed memiliki Kantor Perwakilan yang berlokasi di kota-kota besar di Indonesia, Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Padang, PekanBaru, Makassar, dan Semarang.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Kantor Perwakilan kami di Bandung: (+62 22) 8606 1075 & +62 813 2021 7900.

(Sunway Medical Centre/Content Promotion)