Rabu, 07 Jul 2021 12:18 WIB

5 Latihan Pernapasan Bagi Pasien COVID-19 untuk Redakan Sesak Napas

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Asian woman wearing mask, sick doctor, cough, use to grasp the chest in the bedroom Foto: Getty Images/iStockphoto/somboon kaeoboonsong
Jakarta -

Seperti yang telah kita ketahui, gejala COVID-19 muncul secara berbeda pada setiap orang. Peradangan di paru-paru dan saluran udara adalah gejala umum yang membuat sulit bernapas. Gejala-gejala ini dapat menyertai COVID-19 ringan, sedang, atau berat.

Infeksi Corona dapat memengaruhi seluruh saluran pernapasan yang menghambat aliran udara. Ini dapat memicu serangan asma dan menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Latihan pernapasan untuk memperkuat fungsi paru-paru mungkin sangat bermanfaat bagi orang-orang dengan kondisi ini. Latihan pernapasan bisa meningkatkan kadar oksigen ke paru-paru sehingga membantu membersihkan lendir dan cairan lainnya.

Ketua KSM Rehabilitasi Medik RSUP Persahabatan membagikan tata cara latihan pernapasan yang bisa dilakukan pasien COVID-19.

"Saya akan memberikan latihan pernapasan yang mudah diaplikasikan untuk pasien COVID-19 dalam perawatan di bangsal maupun isolasi mandiri di rumah," kata dr Siti.

Berikut beberapa latihan pernapasan yang bisa dilakukan pasien COVID-19 untuk tingkatkan kadar oksigen dikutip dari kanal Youtube RSUP Persahabatan.

1. Relaksasi pengaturan napas

Latihan pertama adalah relaksasi untuk pengaturan napas. Dalam posisi duduk dan postur tegak, tarik napas dalam secaara perlahan kemudian lepaskan.

Ketika menarik napas, usahakan melalui diafragma yakni menarik napas melalui hidung sampai terasa sampai udara mengisi perut, kemudian embuskan.

Ulangi metode ini sebanyak tiga kali.

2. Mobilisasi dinding dada

Metode ini bertujuan melatih tarikan otot yang menempel pada dada termasuk sisi sampung, otot depan, dan belakang dinding dada.

Pasien menarik napas sambil tangan diangkat ke atas, lalu buang napas berbarengan dengan menurunkan tangan. Ulangi sebanyak tiga kali.

Selanjutnya, mengembangkan dada dengan tangan ke sampuing. Tarik napas sambil tangan dibuka ke samping. Hembuskan napas dan turunkan tangan.

Untuk teknik lain, klik halaman SELANJUTNYA

3. Deep breathing

Metode ini membantu membuka kantong udara yang runtuh di paru-paru dan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Latihan pernapasan ini bisa meningkatkan fungsi pada paru-paru.

"Lebih baik dan lebih dianjurkan apabila bisa bernapas dengan otot perut atau otot diafragma. Saat tarik napas, kembungkan perut, buang napas," kata dr Siti.

Caranya adalah tarik napas melalui hidung hingga perut terasa penuh, kemudian hembuskan secara perlahan melalui mulut. Lakukan berulang selama semenit.

4. Huffing and coughing

Pasien menarik napas dalam lalu hembuskan seperti akan batuk dengan mulut terbuka. Ulangi sebanyak tiga kali.

Bisa juga dengan batuk dengan mulut menganga seperti sedang membuat embun saat menghembuskan napas di kaca. Caranya, tarik napas dalam kemudian hembuskan melalui mulut. Ulangi sebanyak tiga kali.

5. Relaksasi dan gerak sendi bahu

Latihan ini bertujuan untuk melakukan relaksasi penapasan sekaligus merelaksasikan atau melemaskan susunan otot bahu atau pundak, yang sangat berpengaruh pada otot-otot penyangga sangkar dada (dinding dada).

Gerak napas perlahan, diawali dengan tarik napas dan diikuti dengan buang napas, usahakan gerak pernapasan saat tarik dan buang berjumlah sama. Apabila tarik napas pada lima hitungan, maka buang napas juga pada lima hitungan.

Rangkaian gerakan dimulai dengan gerak bahu secara bersamaan memutar ke arah depan selama jumlah hitungan tertentu semampu pasien, dan disusul dengan gerak bahu ke arah belakang.

(kna/up)