ADVERTISEMENT

Rabu, 07 Jul 2021 16:10 WIB

Genose Tak Dipakai untuk Syarat Perjalanan PPKM Darurat, Ada Apa?

Jauh Hari Wawan S - detikHealth
Para calon pemudik mengikuti tes genose di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Selasa (4/5/2021). Tes GeNose (Foto: Ari Saputra)
Yogyakarta -

Tim GeNose C-19 angkat bicara soal hasil tes GeNose yang tidak berlaku sebagai syarat perjalanan selama PPKM Darurat. Tim GeNose menegaskan bahwa sampai saat ini GeNose masih digunakan di fasilitas publik pada berbagai sektor di masyarakat.

Hal ini sekaligus meluruskan informasi bahwa GeNose C19 resmi dilarang digunakan sebagai syarat perjalanan transportasi bahkan ditarik izin edarnya.

"Banyak berita negatif dan bahkan cenderung tidak benar soal GeNose yang harus diluruskan kepada publik," kata Juru Bicara Tim GeNose, dr M Saifudin Hakim, seperti dikutip dari rilis Humas UGM yang diterima detikcom, Rabu (7/7/2021).

GeNose C19 disebut resmi dilarang sebagai syarat perjalanan untuk seterusnya.

"Informasi tidak benar itu merupakan kesimpulan sepihak atas kebijakan PPKM Darurat 3 - 20 Juli yang tidak memasukkan GeNose sebagai syarat melakukan perjalanan selama PPKM Darurat," sebutnya.

Izin edar GeNose C19 juga masih berlaku sehingga tidak ada alasan untuk melakukan pelarangan penggunaan GeNose C19 di masyarakat.

Lebih lanjut, kesempatan libur penggunaan GeNose C19 di sektor transportasi digunakan oleh Tim Peneliti dan Pengembang GeNose untuk menambah data varian baru virus COVID-19 ke kecerdasannya. Uji Validasi Eksternal masih dijalani oleh GeNose C19.

Hal itu akan membantu hidung elektronik mengendus terduga COVID-19 dengan lebih akurat pada situasi penggunaan riil di lapangan.

"Akurasi GeNose sampai saat ini masih di angka 93-94 persen dan akan terus kita tingkatkan," imbuh Hakim.

Menurut Hakim penambahan data varian baru COVID-19 akan semakin memperkuat Artificial Intelligence (AI) dan akurasi GeNose C19. GeNose C19 justru harus semakin terus digunakan pada situasi riil agar semakin cerdas.

"GeNose C19 ini ibarat hidung sekaligus otak elektronik. Jika keduanya dilatih terus secara serempak, kita akan memiliki teknologi inovatif yang praktis, simpel, dan tepat," kata Hakim.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT