Kamis, 08 Jul 2021 16:58 WIB

Abu Janda Masuk ICU karena COVID-19, Apa Tandanya Pasien Harus Masuk RS?

Vidya Pinandhita - detikHealth
9 Fakta Abu Janda Foto: Andhyka Akbariansyah
Jakarta -

Pegiat media sosial Permadi Arya atau yang biasa disapa Abu Janda dikabarkan menjalani perawatan ICU karena COVID-19. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh sahabat Abu Janda yang juga adalah pegiat media sosial, Muannas Alaidid.

"Iya kemarin itu langsung dibawa ke ICU Mayapada, tadinya isolasi mandiri," kata Muannas saat dihubungi detikcom, Kamis (8/7/2021).

Meski saat ini banyak pasien COVID-19 menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, ada beberapa kondisi yang mengharuskan pasien dirawat di rumah sakit. Di antaranya jika pasien butuh suplementasi oksigen.

Saturasi oksigen sebagai salah satu penentu perlu atau tidaknya suplementasi oksigen. Di rumah sakit, dokter akan memeriksa oksigen dalam darah atau pembuluh darah arteri melalui analisis gas darah.

Pada pasien COVID-19 isoman, saturasi oksigen bisa diukur menggunakan oximeter. Dalam wawancara dengan detikcom, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR menjelaskan, suplementasi oksigen perlu diberikan jika saturasi oksigen berada di angka kurang dari atau sama dengan 93 persen. Misalnya, menggunakan tabung oksigen.

"Cara pemberian tabung oksigen hanya di rumah jikalau mungkin sebagai pertolongan pertama bisa dilakukan di rumah, tapi segera ke rumah sakit. Pada kasus COVID ini, (kalau) pasien sudah membutuhkan oksigen berarti dia sudah derajatnya berat. Pasien ini tidak bisa dirawat di rumah," kata dr Agus, Rabu (7/7/2021).

Jika mengalami kondisi tersebut, dr Agus menegaskan, langkah pertama adalah tetap tenang. Atur napas dengan baik, coba prone position, dan beri suplementasi oksigen jika ada.

Kemudian, cek kembali saturasi oksigen menggunakan oksimeter. Jika masih rendah, segera ke rumah sakit.

"Bagaimana pun caranya, wajib ke rumah sakit. Kalau di rumah, risiko mortalitas sangat tinggi karena terjadi kerusakan paru lebih luas. Hanya ada di rumah sakit, tidak bisa dilakukan di rumah obat-obat dalam bentuk infus injeksi memang kita harus tahu betul bahwa kondisi itu berisiko kalau sudah butuh oksigen," pungkas dr Agus.



Simak Video "Menkes: Saturasi Oksigen di Bawah 94 Persen Harus ke Rumah Sakit"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)