Jumat, 09 Jul 2021 05:20 WIB

Saran Asupan Makanan dari Dokter Gizi agar Anak 'Kebal' dari COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Image of Asian mother help her daughter wearing medical mask to prepare go to school. Avoiding Covid-19 or coronavirus outbreak. Foto: iStock
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar terhindar dari penyakit ini.

Selain menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan rutin mencuci tangan, asupan makanan juga penting agar anak tidak mudah terkena COVID-19.

Apa saja asupan gizi untuk anak agar 'kebal' terhadap COVID-19?

Menurut dokter spesialis gizi dr Sheena RA, MGizi, SpGK, asupannya kurang lebih sama dengan orang dewasa. Anak-anak perlu diberi asupan makronutrien dan mikronutrien.

Makronutrien merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi. Sementara mikronutrien adalah zat yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh.

"Tujuannya sama untuk mempertahankan status gizi anak dan memperkuat benteng imunitas tubuhnya, sehingga anak ini akan mampu menangkal infeksi dan kalau pun terkena infeksi gejalanya akan ringan," kata dr Sheena dalam diskusi yang disiarkan Forum Merdeka Barat 9, Kamis (8/7/2021).

"Jadi apa saja yang perlu diberikan? Sama seperti orang dewasa, mencakup asupan makronutrien, yaitu karbohidrat, protein, lemak, dan juga mikronutrien seperti vitamin, mineral, zinc, zat besi, kalsium, asam folat, dan vitamin yang lainnya, seperti vitamin A, B, C, D, dan lain-lain," lanjutnya.

dr Sheena mengatakan semua asupan gizi ini harus dipenuhi secara seimbang kepada anak. Kemudian untuk asupan protein, jumlahnya agak lebih banyak dibandingkan orang dewasa, yakni 35 persen dari total asupan energi hariannya.

"Kadang-kadang orang tua itu mengutamakan karbohidrat sebagai komposisi utama makanan anak, sehingga targetnya anak ini masuk makanan dan kenyang, tapi kebutuhan gizi lainnya tidak terpenuhi," ujarnya.

"Jadi protein, lemak, dan sayurnya masih kurang," tuturnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)