Sabtu, 10 Jul 2021 11:30 WIB

Gejala COVID-19 Varian Kappa Mirip Campak? Salah, Ini Faktanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto: NIAID
Jakarta -

Heboh gejala COVID-19 varian Kappa disebut mirip campak seperti muncul ruam di sekujur tubuh. Faktanya, kemiripan antara COVID-19 varian Kappa dengan campak terletak pada cara penularannya, bukan gejalanya.

Menurut pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, kemiripan COVID-19 varian Kappa dengan campak karena sama-sama menular dalam waktu cepat. COVID-19 varian Kappa bisa menular sangat cepat seperti campak, bahkan dalam hitungan detik.

"Iya itu berpapasan dengan orang langsung terinfeksi, cepat banget kurang dari waktu 10 detik, itu seperti campak," sebut Dicky saat dikonfirmasi detikcom Rabu (30/6/2021).

Perbandingan kecepatan penularan COVID-19 varian Kappa dan campak menurut Dicky tidak jauh berbeda, meskipun penyakit campak memiliki angka reproduksi lebih tinggi.

"Campak itu cepat banget, menularnya kan airborne disease juga angka reproduksinya tapi masih tinggi campak ya mereka 18, tapi ini ya setidaknya 8 lah, artinya itu sama-sama begitu infeksius," bebernya.

COVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, DkkCOVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, Dkk Foto: infografis detikHealth


Apa bahaya COVID-19 varian Kappa?

Ia menuturkan, penularan COVID-9 lebih cepat perlu diwaspadai terutama bagi para pengidap komorbid. Ada kemungkinan mereka yang terpapar COVID-19 varian Kappa bisa mengalami gejala serius.

"Kemudian juga potensi akan terjadinya orang-orang dengan komorbid bergejala parah juga akan lebih besar," bebernya.

Jika banyak pasien bergejala berat, tentu imbasnya menjadi beban fasilitas kesehatan. Namun, sejauh ini, gejala COVID-19 dari varian Kappa tidak begitu berbeda.

"Gejala sejauh ini tidak terlalu signifikan, perbedaaan gejala, tapi yang jelas ketika satu varian itu lebih cepat menular maka beban fasilitas kesehatan lebih besar," pungkasnya.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)