Sabtu, 10 Jul 2021 20:54 WIB

Heboh dr Lois Sangkal COVID-19, IDI Akan Panggil untuk Klarifikasi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, Daeng Mohammad Faqih bersama sejumlah pengurus IDI memberi pernyataan pers di kantor Pusat IDI Jakarta, Senin (16/3/2020). Salah satu pernyataan IDI yakni membolehkan data pasien yang positif Corona untuk diumumkan kepada publik. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih menegaskan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran akan memanggil dr Lois yang belakangan viral di media sosial. Sosok dr Lois menjadi sorotan usai menyebut pasien yang selama ini dilaporkan meninggal akibat COVID-19 sebenarnya tewas karena interaksi antarobat.

"Yang bersangkutan akan dipanggil MKEK untuk diminta klarifikasi," demikian tegas Daeng saat dikonfirmasi detikcom Sabtu (10/7/2021).

Pernyataan dokter Lois berawal dari wawancara Hotman Paris di sebuah talkshow stasiun televisi.

"Ibu sebagai dokter. percaya nggak ada Corona?" tanya Hotman Paris dalam sebuah talkshow.

"Nggak, nggak percaya pak," jawab dokter Lois.

dr Tirta yang juga berada dalam talkshow diminta ikut menanggapi.

Menepis tudingan dokter Lois, dr Tirta menegaskan fakta di lapangan menjadi bukti nyata COVID-19 itu nyata. Termasuk, beberapa kasus yang menyebabkan pasien perlu dirawat di RS.

"Kita kan berpendapat harus dipertanggung jawabkan. Data-data dari berbagai rumah sakit juga ada. Maksudnya data-datanya dari mana? Kalau data di lapangan kan memang ada," sebutnya.



Simak Video "Secara Global, Ada 500 Kasus Hewan Terinfeksi Virus Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)