Senin, 12 Jul 2021 08:16 WIB

dr Lois Jadi Sorotan Gegara Sangkal COVID-19 dan Anti Masker, Dia Siapa Sih?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Nama dr Lois saat ini tengah hangat diperbincangkan di berbagai media sosial. Pasalnya, ia secara blak-blakan menyangkal keberadaan COVID-19 saat hadir di sebuah acara di televisi.

Akibatnya, dr Lois akan dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) untuk mengklarifikasi dan dimintai pertanggungjawaban ilmiah atas pernyataannya.

Tak hanya itu, sosok dr Lois ini juga disebut pernah berseteru dengan dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi. Melalui siaran Live di Instagram pribadinya, dr Tirta mengungkapkan bahwa dr Lois tidak terdaftar sebagai anggota IDI dan tidak menangani pasien COVID-19.

"Ibu Lois ini mengaku sebagai dokter. Setelah dikonfirmasi ke ketua IDI Pusat dr Daeng dan saya konfirmasi ke ketua MKEK yaitu dr Pukovisa, beliau mengatakan bahwa dr Lois tidak terdaftar di anggota IDI. Semua dokter di Indonesia harus terikat dalam organisasi profesi IDI," ujar dr Tirta dikutip dari unggahan Instagramnya atas izin yang bersangkutan, Minggu (11/7/2021).

"Ingat, ibu Lois tidak terdaftar sebagai anggota IDI. Status dokternya dipertanyakan, STR (Surat Tanda Registrasi) beliau tidak aktif sejak 2017," lanjutnya.

Dalam siaran live tersebut, dr Tirta mengatakan sempat mengira bahwa akun dr Lois itu adalah fake account karena domisilinya tidak jelas. Namun, setelah pernyataannya viral, dr Tirta meminta pertanggungjawaban dr Lois agar tidak menjadi pembohongan publik.

"Adapun berita yang disebarkan Ibu Lois terkait interaksi obat, terkait anti masker, terkait mengatakan COVID tidak ada, terkait mengatakan bahwa yang meninggal karena COVID tidak ada, terkait informasi vitamin C setiap jam secara ilmiah harus dibuktikan," tegasnya.

"Jika tidak bisa mempertanggungjawabkan, maka PB IDI pasti sekali lagi akan menimbang-nimbang, mengurus sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini juga sudah diamati oleh pihak berwajib di antaranya Polda Metro jaya dan Polri," sambung dr Tirta.

(sao/naf)