Selasa, 13 Jul 2021 07:02 WIB

Round Up

Ragam Alasan Pilih Vaksin Berbayar: Butuh Sertifikat, Antre Kelamaan

Tim detikHealth - detikHealth
Penundaan vaksinasi gotong royong individu berbayar di Kimia Farma Supratman Bandung Penundaan program vaksin COVID-19 berbayar di Kimia Farma Supratman Bandung (Foto: Rita Puspita Rachmawati/detikHealth)
Jakarta -

Vaksinasi gotong royong individu alias vaksin berbayar di Kimia Farma menuai kontroversi hingga akhirnya ditunda. Meski banyak ditentang, rupanya ada saja yang berminat untuk memanfaatkannya.

Ditemui detikcom di Kimia Farma Supratman, Bandung, seorang seorang pendaftar vaksin berbayar memilih opsi bayar karena perlu segera melengkapi syarat-syarat perjalanan udara.

"Saya hari ini mau berangkat ke Sulawesi butuh sertifikat tapi malah ditunda. Saya berangkat juga buat kerja, di sini (Bandung) udah gak ada kerjaan," tutur, Senin (12/7/2021).

Pria yang enggan disebutkan namanya ini mengaku sudah dua minggu berusaha mencari tempat vaksinasi COVID-19. Pria yang tinggal di Bandung ini pun sudah mendaftar secara online ke beberapa puskesmas namun belum mendapatkan jadwal vaksinasi.

"Saya udah dua minggu ini nyari. Ke puskesmas Cangkuang, Baleendah udah semua. Udah daftar online juga belum dipanggil. Pak RW juga bantu urus tapi sekarang lagi sakit. Terus dikasih tau di sini (Kimia Farma) bisa langsung jadi saya ke sini, tahunya ditunda juga. Bingung, soalnya saya terbang hari ini," keluhnya.

Vaksinasi Gotong Royong Individu Berbayar Kimia Farma ditundaPengumuman penundaan vaksin COVID-19 berbayar di Kimia Farma Blok M. Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth

Alasan yang sama disampaikan Anggara, yang rela jauh-jauh berkendara dari Boyolali ke Kartasura demi mendapatkan vaksin COVID-19 berbayar. Ia bahkan harus berkeliling 3 jam untuk menghindari penyekatan.

Apapun risikonya, Anggara bertekat untuk mendatangi lokasi vaksin berbayar, meski akhirnya ditunda, karena butuh sertifikat untuk pulang ke tempat kerja di luar Jawa.

"Sudah tiga minggu di sini, mau balik lagi ke Sumatera. Tidak apa-apa harus bayar Rp 1,7 jutaan untuk dua orang, karena tidak ada pilihan," tuturnya.

Seorang pendaftar lainnya yang ditemui di Kimia Farma Blok M Jakarta Selatan mengaku pilih berbayar dengan anggapan akan lebih nyaman. Karena berbayar, ia berharap tidak perlu berkerumun dan berdesakan.

"Kalau yang gratis antrenya ramai banget, saya agak takut sih makanya pilih ini," katanya.

Kebijakan vaksin berbayar, atau resminya vaksinasi gotong royong individu, memang muncul dadakan dan kemudian menuai banyak kecaman. Sedianya akan dimulai Senin (12/7/2021), vaksin COVID-19 yang akan menggunakan vaksin Sinopharm ini akhirnya ditunda.

Sempat ikut mendaftar vaksin berbayar? Bagikan alasannya di komentar ya.



Simak Video "Kendala Pelaksanaan Program Vaksin Gotong Royong di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)