Selasa, 13 Jul 2021 15:15 WIB

Vaksin Gotong Royong Individu untuk Percepat Herd Immunity, Tepatkah?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Verdi Budidarmo Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur BCA dan Agus Chandra Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika tengah memperhatikan karyawan yang menerima vaksin gotong royong COVID 19 di Menara BCA, Jakarta, Senin (24/5/2021). Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Herd immunity Corona atau kekebalan kelompok saat ini masih diharapkan bisa menjadi senjata untuk melawan pandemi COVID-19. Sebagian besar ahli mengungkapkan butuh 70 persen dari populasi sudah divaksinasi untuk bisa mencapainya.

Vaksin Gotong Royong untuk herd immunity?

Pemerintah mengungkapkan untuk mempercepat terbentuknya herd immunity bisa melalui pelaksanaan vaksin gotong royong individu atau mandiri. Hal tersebut juga diungkapkan oleh juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi.

"Vaksinasi Gotong Royong individu mendukung percepatan program vaksinasi pemerintah guna mencapai kekebalan kelompok," kata dr Nadia saat dihubungi detikcom, Minggu (11/7).

Namun, hal tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Baru-baru ini pakar epidemiologi Pandu Riono, Irma Handayani, pendiri Lapor COVID-19, hingga guru besar bidang sosiologi bencana Universitas Teknologi Nanyang Singapura Prof Sulfikar Amir, membuka petisi soal penolakan vaksin COVID-19 berbayar, untuk kemudian segera dibatalkan.

"Rencana pemerintah untuk memperbolehkan vaksinasi mandiri akan menyebabkan ketimpangan yang tinggi dan justru dapat memperpanjang pandemi," demikian narasi dalam petisi yang sudah ditandatangani lebih dari 7 ribu orang, per Senin (12/7/2021).

Berdasarkan petisi tersebut, alasan dibukanya vaksin gotong royong individu untuk mencapai herd immunity Corona dinilai tidak benar. Sebab, vaksinasi mandiri akan mempermudah akses pada masyarakat dengan ekonomi ke atas dan kerjasama dengan perusahaan swasta.

Baca juga: Kapan RI Mencapai Herd Immunity COVID-19? Ini Prediksi Terbaru Menkes

Sebenarnya apa sih herd immunity itu?

Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), herd immunity atau kekebalan kelompok adalah perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi saat suatu populasi kebal. Baik melalui vaksinasi maupun dari kekebalan yang terbentuk melalui infeksi sebelumnya.

Namun, WHO lebih mendukung pencapaian herd immunity tersebut melalui jalur vaksinasi, bukan dengan membiarkan penyakit tersebut menyebar. Hal itu bisa mengakibatkan kasus penularan dan kematian yang sebenarnya bisa dicegah.

Bagaimana cara yang aman untuk mencapai herd immunity Corona?

Untuk mencapai herd immunity Corona yang aman, sebagian besar populasi perlu divaksinasi untuk menurunkan jumlah keseluruhan virus yang bisa menyebar di seluruh populasi.

"Salah satu tujuan untuk mencapai herd immunity adalah untuk menjaga kelompok rentan yang tidak bisa divaksinasi (misalnya karena kondisi kesehatan seperti reaksi alergi terhadap vaksin), aman dan terlindungi dari penyakit," tulis WHO.

WHO mengatakan dengan mencapai herd immunity melalui vaksin yang aman dan efektif, bisa membuat penyakit tersebut lebih jarang terjadi dan bisa menyelamatkan banyak nyawa. Jika mengharapkan herd immunity Corona dengan membiarkan virus itu menyebar, pasti akan menyebabkan banyak kasus infeksi, penderitaan, hingga kematian.



Simak Video "Ahli Prediksi Herd Immunity Belum Akan Terbentuk dalam 5 Tahun ke Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)