Rabu, 14 Jul 2021 09:28 WIB

Viral 'Suntik Bodong' Vaksin Corona, Bupati Karawang Turun Tangan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Warga antri untuk mendapatkan vaksin Sinovac yang disediakan oleh mobil keliling di depan pasar barang antik Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/6). Vaksin warga khusus untuk umur 50 tahun keatas dengan membawa KTP yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Solo. Dalam pelayanan vaksin tersebut dibatasi hingga 100 pemohon setiap harinya dengan lokasi yang berpindah-pindah hingga 30 Juni mendatang. Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Agung Mardika)
Jakarta -

Viralnya video yang dinarasikan sebagai 'vaksin bodong' atau suntikan kosong vaksin Corona direspons Bupati Karawang dr Hj Cellica Nurrachadiana. Selain mengecek langsung ke puskesmas, ia juga menemui karyawati yang mengunggah video tersebut.

"Ada kesalahpahaman di sini. Tapi, saya tidak bisa mengatakan siapa yang salah dan siapa yang benar. Pastinya persoalan ini kita serahkan ke aparat penegak hukum," kata Bupati Cellica dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (14/7/2021).

"Jika vaksinator bersalah, maka saya akan ambil tindakan tegas untuk memberi sanksi administrasi. Demikian sebaliknya, jika karyawati yang bersalah karena memposting yang tak benar maka akan ada sanksi hukumnya," lanjutnya.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Bupati Cellica memastikan jarum suntik yang digunakan saat vaksinasi COVID-19 adalah jarum yang baru. Hanya saja vaksinator tidak memperlihatkan langsung kepada karyawati sebelum menyuntikkan vaksin.

Untuk memastikan apakah vaksin COVID-19 benar-benar sudah disuntikkan, karyawati yang memposting video tersebut akan menjalani cek darah laboratorium.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)