Kamis, 15 Jul 2021 07:59 WIB

Masyarakat Kudus Gunakan WhatsApp untuk Akses Layanan BPJS Kesehatan

Yudistira Imandiar - detikHealth
BPJS Kesehatan Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Kudus di tengah masa pandemi tetap berjalan seperti biasa. Namun, guna mencegah risiko penularan COVID-19, pendaftaran peserta JKN-KIS atau layanan lainnya dapat dilakukan melalui Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA).

Menurut peserta JKN-KIS asal Kudus, Adi Kristianto (32), PANDAWA sangat membantu dirinya di masa pandemi COVID-19. Sebab, untuk mendapatkan layanan BPJS Kesehatan, dirinya tak perlu mengurus di kantor BPJS Kesehatan, melainkan cukup via aplikasi WhatsApp.

"Layanan tanpa tatap muka yang digagas BPJS Kesehatan tersebut sangat direkomendasikan bagi peserta JKN-KIS lainnya maupun warga yang baru mendaftar, karena bisa diurus dengan cepat dan dilakukan di mana saja," ungkap Adi dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (15/7/2021).

Adi mengetahui layanan PANDAWA ketika hendak mengurus pelaporan orang tuanya yang meninggal dunia. Ia datang ke kantor BPJS Kesehatan agar iuran bulanannya tidak lagi ditagih. Ketika sampai di kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus, petugas satpam menyarankannya untuk mengurus lewat PANDAWA.

"Ternyata cukup cepat karena pukul 10.00 WIB saya memanfaatkan PANDAWA melalui nomor Whatsapp yang sudah diperoleh, sekitar pukul 10.30 WIB sudah selesai. Bahkan, tidak sampai 30 menit," cerita Adi.

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Kudus Rahmadi Dwi Purwanto menjelaskan PANDAWA merupakan salah satu layanan administrasi kepesertaan yang diterapkan di masa pandemi. Pengguna bisa mengakses tanpa datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Rahmadi menyampaikan pelayanan melalui PANDAWA tidak hanya terbatas pendaftaran sebagai peserta JKN-KIS. Masyarakat luas juga bisa melakukan penambahan anggota keluarga, baik dari PNS maupun TNI/POLRI, perpanjangan kartu anak PNS dan TNI POLRI di atas 21 tahun dan perubahan golongan gaji bagi peserta TNI/POLRI melalui layanan tersebut.

"Setiap hari berkisar 100-an orang yang memanfaatkan layanan PANDAWA, sehingga terjadi kenaikan akses layanan tersebut. Saat ini masyarakat sudah banyak yang mengetahui, sehingga banyak yang memanfaatkannya karena sosialisasinya terus digencarkan," kata Rahmadi.

(mul/up)