Jumat, 16 Jul 2021 22:54 WIB

Round Up

Faskes RI di Ambang 'Functional Collapse' Dihajar COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta (DIY), kehabisan stok oksigen pada Sabtu (3/7). Akibatnya, 33 pasien dilaporkan meninggal dunia Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan lonjakan COVID-19 sudah sangat membebani sistem kesehatan. Sejumlah fasilitas kesehatan berhadapan dengan 'functional collapse'.

"Kondisi saat ini memang kondisi yang benar-benar cukup mengkhawatirkan, saya selalu sampaikan, bahwa kita dalam kondisi yang dihadapkan dengan functional collapse, bukan structural collapse," kata Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi.

"Karena IGD-nya masih ada, bisa dibuat tenda, bisa ditambah tempat tidur, tapi secara functional collapse, functional dalam konteks SDM, functional dalam konteks alat kesehatan, functional dalam kaitan oksigen obat dan sebagainya," sambungnya dalam konferensi pers PERSI, Jumat (16/7/2021).

Bukan hanya tenaga kesehatan yang mulai terbatas, pasokan obat dan alat kesehatan juga harus ditambah. Menurutnya, tidak cukup jika hanya tempat tidur yang diperbanyak.

Selain itu, regulasi juga harus cepat menyesuaikan kondisi perkembangan kasus COVID-19. Jumlah kasus yang terus meningkat menyebabkan para tenaga kesehatan kelelahan.

"Karena perlu ada upaya juga bagaimana teman-teman nakes di faskes ini ada fase yang mereka bisa relaksasi, kalau sekarang mereka digempur terus. Dengan kondisi yang saat ini harus ada upaya-upaya dari sisi regulasi harus, ada percepatan regulasi," tutur dr Adib.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)