Senin, 19 Jul 2021 10:26 WIB

5 Fakta Sarah Gilbert, Ilmuwan di Balik Pembuatan Vaksin AstraZeneca

Vidya Pinandhita - detikHealth
LONDON, ENGLAND - JUNE 28: The Royal Box stands and applauds University of Oxford Professor Sarah Gilbert (seated in red, bottom right) one of the people behind the Astra Zeneca COVID-19 vaccine ahead of the opening match on Centre Court during Day One of The Championships - Wimbledon 2021 at All England Lawn Tennis and Croquet Club on June 28, 2021 in London, England. (Photo by AELTC/Joe Toth-Pool/Getty Images) Sarah Gilbert duduk di kanan bawah, mengenakan baju merah. (Foto: AELTC/Joe Toth-Pool/Getty Images.)

3. Salah satu pendiri perusahaan vaksin dan imunoterapi

Sarah Gilbert adalah salah satu pendiri Vaccitech, perusahaan biotek yang menyelami pengembangan vaksin dan imunoterapi untuk penyakit menular, kanker, hepatitis B, HPV, kanker prostat, dan lain-lain.

4. Ahli biologi dari keluarga bukan sains

Sarah Gilbert lahir di Kettering, Northamptonshire pada April 1962. Ayahnya bekerja di perusahaan sepatu, sedangkan ibunya guru bahasa Inggris yang aktif dalam komunitas opera amatir.

Sarah mendalami ilmu kedokteran, kemudian menyelesaikan studi dari University of East Anglia dengan gelar dengan gelar Bachelor of Science di bidang ilmu biologi. Setelah lulus, Sarah melanjutkan studi doktoral di Universitas Hull, bidang genetika dan biokimia ragi Rhodosporidium toruloides.

5. Bekerja keras bikin vaksin COVID-19 bukan untuk uang

Dalam sebuah wawancara, Sarah mengisahkan kerja kerasnya menggarap vaksin COVID-19. Ia bekerja siang dan malam sejak awal merebak COVID-19.

"Sejak awal, kami melihatnya sebagai kompetisi melawan virus, bukan melawan pengembang vaksin lain. Kami adalah universitas dan kami tidak melakukan ini untuk menghasilkan uang," kata Sarah Gilbert, dikutip dari She The People, Senin (19/7/2021).

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(vyp/up)