Senin, 19 Jul 2021 11:00 WIB

China Laporkan Kasus Pertama Virus Monkey B pada Manusia, Berakhir Tewas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Pertama kalinya di China, dokter hewan terinfeksi virus Monkey B (BV) hingga tewas. Namun, kontak erat dokter yang bersangkutan hingga kini dinyatakan dalam kondisi sehat.

Kasus infeksi virus Monkey B pada manusia di China menimpa dokter hewan yang sehari-hari bekerja di institusi yang meneliti primata non-manusia.

"Dokter yang berusia 53 tahun itu mulanya mengeluhkan gejala awal mual dan muntah, sebulan setelah ia membedah dua monyet mati di awal Maret," demikian keterangan China CDC Weekly English Platform of Chinese pada Sabtu, dikutip dari Global Times.

Dalam jurnal tersebut, dokter yang terinfeksi virus Monkey B sempat mencari perawatan di beberapa rumah sakit, hingga akhirnya meninggal dunia pada 27 Mei lalu.

Para ahli menyebut tidak ada infeksi BV yang fatal, atau terbukti secara klinis sebelumnya dilaporkan di China. Maka dari itu, kasus yang menimpa dokter hewan tersebut adalah kejadian infeksi BV manusia pertama yang diidentifikasi di China.

Para peneliti juga telah mengumpulkan cairan serebrospinal dokter hewan pada bulan April dan mengidentifikasinya sebagai positif BV, tetapi sampel dari kontak dekat menunjukkan hasil negatif untuk virus tersebut.

Virus, awalnya diisolasi pada tahun 1932, adalah enzootic alphaherpesvirus di kera dari genus Macaca. Hal ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dan pertukaran sekresi tubuh, dan memiliki tingkat kematian 70 persen hingga 80 persen.

Jurnal tersebut menyarankan bahwa BV pada monyet mungkin menimbulkan ancaman potensial bagi para pekerja di bidang yang sama seperti dokter hewan tersebut. Diperlukan untuk memperkuat pengawasan di kera laboratorium dan para pekerja di China.

(naf/up)