Kamis, 22 Jul 2021 05:00 WIB

Taji BPOM di Era Pandemi, Tak Loloskan Vaksin Nusantara hingga Ivermectin

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Rifkianto Nugroho)

4. Obat 'antibodi' Hadi Pranoto

Dari begitu banyak klaim 'obat' COVID-19, nama 'profesor' Hadi Pranoto juga tak asing. Terlebih soal klaimnya terkait produk herbal 'antibodi' yang disebutnya bisa menyembuhkan COVID-19.

Rupanya, produk Bio Nuswa yang dimaksud terdaftar di BPOM untuk membantu memelihara daya tahan tubuh, bukan untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Demikian pernyataan resmi pemilik izin edar produk herbal yang belakangan ternyata buatan Bio Nuswa tersebut.

Bantahan tersebut juga dipertegas Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Dra Togi Junice Hutadjulu.

"Sampai saat ini, pengembangan obat pun belum ada yang bisa diklaim atau diindikasikan untuk obat COVID-19. Sedangkan herbal juga belum," jelas dia dalam siaran pers BNPB, Rabu (5/8/2020).

5. Obat Herbal Lianhua

Obat herbal lain yang sempat populer selama pandemi dengan klaim manjur mengobati COVID-19 adalah Lianhua Qingwen Capsules (LQC). Ada dua produk yang beredar, yakni LQC dengan izin edar TI144348471 dan Lianhua Qingwen Capsules Donasi (LQC Donasi).

Dalam pernyataan resmi pada Mei 2021, BPOM menyatakan dengan tegas bahwa LQC Donasi mengandung Ephedra yang dilarang penggunaannya dalam obat trafisional. Salah satu efeknya adalah membahayakan sistem kardiovaskilar dan sistem saraf pusat.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan aspek risiko-manfaat terhadap produk LQC Donasi tersebut, Badan POM memutuskan tidak lagi memberikan rekomendasi terhadap produk LQC Donasi tersebut melalui layanan perizinan tanggap darurat, mengingat risikonya yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya," tulis BPOM.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Lampu Hijau Uji Klinis Ivermectin Sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]

(naf/up)