Kamis, 22 Jul 2021 08:39 WIB

Miris, Studi Sebut 1,5 Juta Anak Kehilangan Orang Tuanya karena COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
A teacher gestures as children wearing face masks as a precaution against the coronavirus attend online classes at a slum on the outskirts of Jammu, India, Monday, June 14, 2021. (AP Photo/Channi Anand) Sebuah studi menyebut 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tuanya karena CoVID-19. (Foto ilustrasi: AP/Channi Anand)
Jakarta -

Sebuah studi menyebut 1,5 juta anak di seluruh dunia telah kehilangan orang tuanya karena COVID-19. Mereka kehilangan salah satu orang tua, kakek, atau nenek yang merawatnya.

"COVID-19 telah menciptakan krisis yang mempengaruhi anak-anak di hampir setiap negara," ucap Dr Susan Hillis dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), dikutip dari CNN.

"Setiap dua kematian akibat COVID-19, satu anak kehilangan orang tua atau pengasuhnya," lanjutnya.

Tim peneliti ini terdiri dari CDC, USAID (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat), Bank Dunia, dan University College London. Mereka menganalisis kasus kematian di 21 negara yang menyumbang lebih dari 76 persen kasus COVID-19 di dunia.

"Secara global, dari 1 Maret 2020 hingga 30 April 2021, kami memperkirakan 1.134.000 anak kehilangan pengasuh utamanya, termasuk setidaknya satu orang tua atau kakek-nenek," tulis tim peneliti dalam studi yang telah diterbitkan di jurnal medis Lancet.

"1.562.000 anak kehilangan setidaknya satu pengasuh primer atau sekundernya," tambahnya.

Hillis mengatakan anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat COVID-19 berisiko mengalami stres, yang kemungkinan akan berdampak pada kehidupannya.

"Anak-anak yang kehilangan pengasuh utama memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental, kekerasan fisik, emosional, seksual, dan kemiskinan keluarga," tulis tim peneliti.

Maka dari itu, demi mencegah makin banyaknya orang yang meninggal karena COVID-19. Tim peneliti menyarankan untuk semua orang segera mendapat vaksin COVID-19, sehingga mereka dapat terlindungi dari virus Corona, serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rutin mencuci tangan, dan menjaga jarak.



Simak Video "Menakar Probabilitas Level Covid-19 RI Turun dari Pandemi ke Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)