Kamis, 22 Jul 2021 15:00 WIB

Cacar Monyet Gemparkan AS, Ini Bedanya dengan Virus Monkey B di China

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Menyusul dinaikannya status Gunung Merapi menjadi level siaga, perilaku satwa seperti kera ekor panjang yang turun dari Gunung. Foto: Pius Erlangga

Gejala

Menurut CDC, ada beberapa gejala yang muncul jika seseorang terinfeksi cacar monyet, yaitu:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Panas dingin
  • Kelelahan

Gejala-gejala ini terjadi disertai dengan munculnya benjolan yang berkembang. Biasanya, penyakit ini akan berlangsung selama 2-4 minggu.

Sementara itu, menurut CDC gejala infeksi virus Monkey B memang mirip dengan COVID-19, seperti:

  • Demam dan kedinginan
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Pada kasus infeksi berlanjut, pasien mungkin mengalami kulit melepuh di area tubuh yang pernah kontak dengan monyet, dengan gejala-gejala lain berupa:

  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Cegukan

Pada kasus lebih parah, virus yang menyebar dapat menyebabkan pembengkakan otak dan sumsum tulang belakang dengan gejala:

  • Nyeri, mati rasa, dan gatal-gatal di area infeksi
  • Masalah koordinasi otot
  • Kerusakan otak dan kerusakan parah sistem saraf

Jika infeksi tergolong parah, biasanya terhitung waktu 1 hari hingga 3 minggu untuk pasien virus Monkey B meninggal dunia sejak terpapar. Mengingat, menurut CDC, dari 50 kasus orang yang terinfeksi virus monyet B, 21 orang di antaranya meninggal.

Potensi mematikan

Baik cacar monyet ataupun Monkey B, keduanya termasuk penyakit yang mematikan. Meski begitu, Dr Cennimo menyarankan untuk tidak terlalu khawatir tertular kedua virus tersebut, baik Monkey B atau cacar monyet.

"Saya tidak berpikir orang harus khawatir tentang virus ini," kata Dr Cennimo.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(sao/naf)