Kamis, 22 Jul 2021 21:15 WIB

Jumlah Testing Menurun, Satgas COVID-19 Jelaskan Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Petugas tenaga kesehatan melakukan swab antigen kepada pemudik di kawasan hunian vertikal Apartemen Gading Nias, Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (20/5). Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Selama penerapan kebijakan PPKM Darurat yang saat ini disebut dengan PPKM level 3-4, pemerintah menargetkan bisa melakukan testing sebanyak lebih dari 320 ribu orang per hari.

Namun, sejauh ini testing atau pemeriksaan yang dilakukan baru mencapai 100 ribu orang per hari. Jumlah tersebut masih belum mencapai setengah dari target yang ditetapkan.

Menanggapi hal ini, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan kondisi ini disebabkan oleh dua faktor. Kedua faktor tersebut yaitu penambahan angka kasus harian dan karakter varian Delta yang lebih menular.

"Kesulitan ini erat hubungannya dengan jumlah penambahan kasus harian yang konstan, angka harian di atas 10 ribu dalam sebulan terakhir. Ditambah dengan kemunculan varian Delta yang karakteristiknya lebih menular, tercatat sudah ada 661 kasus di Provinsi Jawa-Bali saat ini," jelas Prof Wiku dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/7/2021).

"Karakteristik varian Delta yang mudah menular memberikan tekanan yang besar pada fasilitas penyedia layanan kesehatan serta laboratorium, serta berbagai unsur lainnya. Sehingga menimbulkan potensi keterlambatan pencatatan," lanjutnya.

Prof Wiku menjelaskan target nasional testing saat ini lebih memprioritaskan para suspek dan kontak erat dari kasus terkonfirmasi. Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka positivity rate nasional yang sampai minggu ketiga bulan Juli ini mencapai 28,27 persen.

Selain itu, Prof Wiku mengungkapkan untuk melihat kondisi testing COVID-19 secara menyeluruh, sebaiknya melihat data testing secara mingguan sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebab, jika dilihat secara harian, data testing yang ada akan terlihat dinamis naik turunnya.



Simak Video "Begini Cara Aman Menyusui Bayi dari Ibu yang Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)