Jumat, 23 Jul 2021 20:00 WIB

Heboh Klaim 'Diakui Dunia', Ini 7 Fakta Vaksin Nusantara dr Terawan

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan anggota DPR Dewi Asmara saat akan mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Rapat yang juga diikuti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy itu membahas penanggulangan defisit dana jaminan sosial BPJS Kesehatan dan perbaikan tata kelola sistem layanan kesehatan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

3. Diklaim bisa atasi varian baru

dr Terawan Agus Putranto menyebut vaksin berbasis sel dentrintik yang ia kembangkan mampu mengatasi mutasi atau varian baru SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Eks Menteri Kesehatan ini juga mengklaim hanya butuh delapan hari untuk mencampurkan antigen varian baru yang selanjutnya akan dilarutkan bersama sampel darah.

"Soal varian saya jawab gampang sekali, hanya butuh delapan hari, antigen saya ganti. Karena Antigen itu rekombinan jadi spike S, kita tinggal lihat dia mutasi mana, tinggal gabung-gabung saja" jelas Terawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021).

4. Bisa untuk anak

Vaksin Nusantara berbasis dendritik ini diklaim bisa digunakan pada usia anak di bawah 18 tahun, meski belum ada uji klinis khusus yang dilakukan pada anak.

"Untuk anak-anak tidak ada persoalan ini dari riset kita itu bisa diambil 14 cc tidak 40 cc lagi tapi 14 cc, namun itu perlu rekomendasi dari pediatric, kalau pediatric mengatakan oke, itu oke, tapi bukan masuk ke uji klinis, tapi masuk di ranah rekomendasi dokter," beber Terawan.

5. Tidak dapat 'restu' BPOM

BPOM menilai proses uji klinis fase sebelumnya dinilai bermasalah. Selain tidak memenuhi kaidah penelitian ilmiah, juga tidak menunjukkan kualitas maupun keamanan yang meyakinkan.

Tidak adanya lampu hijau dari BPOM juga membuat RS Dr Kariadi Semarang mengajukan penghentian sementara riset vaksin nusantara beberapa waktu lalu. Karenanya, site research pada uji klinis fase II tidak lagi ada di RS Dr Kariadi melainkan pindah ke RSPAD Gatot Soebroto.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Potret Moeldoko Saat Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan"
[Gambas:Video 20detik]