Jumat, 23 Jul 2021 22:31 WIB

Solo Bakal Gencarkan Tes Acak COVID-19, Ini Alasannya

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Foto: Andhika Prasetia
Solo -

Kota Solo termasuk salah satu dari lima daerah dengan jumlah tes swab yang memenuhi 90 persen target nasional. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan meningkatkan jumah testing, termasuk pengambilan sampel secara acak.

Seperti diketahui, target testing untuk Kota Solo sesuai Instruksi Mendagri nomor 22 tahun 2021 ialah 1.112 tes per hari. Pemerintah pusat mengumumkan bahwa hanya Kota Solo dan empat daerah lainnya yang bisa mencapai jumlah tes hingga 90 persen dalam sehari.

"Iya, testing kita tinggi," kata Gibran melalui pesan singkat, Jumat (23/7/2021).

Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah tes ialah mengambil sampel secara acak. Hal ini, sudah dilakukan Pemkot Solo di sejumlah tempat keramaian sebelum masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Sebenarnya sudah sering kita lakukan tes acak, di tempat-tempat keramaian. Akan kita tingkatkan lagi," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan pihaknya selama ini lebih banyak melakukan tes COVID-19 secara terfokus. Tes lebih menyasar pada kontak erat warga yang sudah dinyatakan positif COVID-19.

"Kita rata-rata testing per hari itu sekitar 800 per hari. Kemarin saja 600 tes PCR, belum rapid antigennya, jadi lebih banyak. Satu pasien itu minimal kita tracing 15 orang. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan, misalnya ibu rumah tangga tidak pernah ke mana-mana mungkin tidak sampai 15 kontak," kata Ning, sapaannya.

Selain kontak erat, pihaknya juga fokus melakukan tes swab kepada pasien puskesmas dan rumah sakit. Jika menemukan gejala COVID-19 pada pasien, maka petugas akan melakukan rapid test antigen.

"Dengan adanya rapid test antigen ini mempercepat proses diagnosis kita. Dan nakes kita semua sudah dibekali kemampuan untuk melakukan testing," ujarnya.

Jumlah testing saat ini, menurutnya belum termasuk tes yang dilakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan (faskes). Dia pun meminta faskes yang melakukan tes mandiri untuk melaporkan kepada DKK.

"Ini faskes juga kita minta laporkan tes mandiri. Jumlahnya banyak juga. Biasanya untuk perjalanan, itu bisa sampai 500 tes sehari," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan hanya 5 kabupaten/kota yang mencapai target jumlah tes COVID-19. Padahal tes sangat penting untuk mengetahui kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Terkait capaian testing tiga hari terakhir, hanya lima kabupaten/kota yang mencapai target di atas 90%," kata Nadia dalam siaran pers PPKM lewat kanal YouTube FMB9ID_IKP, Rabu (21/7/2021).

Lima kabupaten/kota yang mencapai target tes COVID-19 yaitu Kota Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sumenep. Untuk kabupaten/kota di PPKM level 4, capaian testing sudah cukup bagus namun perlu ditingkatkan, terutama pada akhir pekan dan hari libur.



Simak Video "Temuan Seputar Varian Omicron yang Perlu Jadi Perhatian"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)