Sabtu, 24 Jul 2021 06:13 WIB

Dari Seribuan Kasus COVID-19 Singapura, 75% Sudah Divaksin, Gejala Lebih Ringan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Singapura umumkan penerapan pembatasan ketat akan mulai berlaku pada Minggu (16/5) mendatang. Warga pun ramai-ramai berbelanja kebutuhan pokok jelang lokcdown. Foto: Getty Images/Ore Huiying
Jakarta -

Singapura mencatat 1.096 kasus penularan lokal COVID-19 dalam sebulan terakhir. Tiga perempat atau sekitar 75 persen di antaranya sudah mendapat vaksinasi setidaknya satu kali.

Rinciannya, 484 kasus atau 44 persen sudah divaksinasi penuh dan 30 persen sudah divaksinasi sekurangnya satu kali. Hanya sekitar 25 persen warga di negara tersebut yang sama sekali belum divaksinasi.

Terdapat 7 kasus serius yang membutuhkan oksigen, dan satu kasus dalam kondisi kritis dengan perawatan infeksi. Kedelapan kasus tersebut seluruhnya belum divaksin, sedangkan yang sudah divaksinasi umumnya mengalami gejala lebih ringan.

"Dengan semakin banyak orang divaksinasi di Singapura, kita akan makin sering menemukan infeksi di antara orang yang divaksin," kata Teo Yik Ying, dekan Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore (NUS), dikutip dari Reuters, Sabtu (24/7/2021).

Sebanyak 75 persen dari 5,7 warga Singapura sudah divaksinasi, separuh bahkan sudah vaksinasi lengkap. Dalam vaksinasi nasional, negara ini menggunakan vaksin Pfizer dan Moderna yang berbasis mRNA.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)