Sabtu, 24 Jul 2021 13:40 WIB

Perpanjangan PPKM Berakhir Besok, Sudah Bisa Relaksasi? Ini Kata Pakar

Tim detikHealth - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Indonesia bertambah 54.000 kasus. Total ada 2.780.803 kasus positif COVID-19 di RI dengan 504.915 di antaranya merupakan kasus aktif. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kasus COVID-19 masih tinggi, pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut relaksasi pembatasan tentu tidak tepat jika diterapkan saat ini. Di tengah positivity rate melampaui 30 persen, relaksasi pembatasan akan memicu infeksi kasus COVID-19 lebih banyak.

"Kalau bicara dari sisi ideal kondisi saat ini berbasis indikator yang validnya, ya belum waktunya kita untuk melonggarkan pembatasan ini tentu. Dan ini akan punya konsekuensi berat terhadap jumlah kasus infeksi yang lagi tinggi-tingginya, menuju sangat tingginya bahkan," sebut Dicky kepada detikcom Sabtu (24/7/2021).

Dicky sebelumnya memprediksi jumlah kasus Corona harian saat puncak, di akhir Juli, bisa mencapai 200 ribu hingga 400 ribu kasus per hari. Capaian testing COVID-19 per hari juga disebut Dicky masih belum bisa menggambarkan situasi wabah Corona di Indonesia yang sebenarnya.

Menurutnya, per hari, minimal perlu ada 1 juta tes COVID-19 yang dilakukan. Meski fokus testing COVID-19 memang perlu diterapkan di Jawa hingga Bali, karena laju penularan cenderung tinggi, di luar pulau Jawa juga penting untuk ditingkatkan.

"Selain tentu vaksinasi, harus active cases finding, PCR terbatas sebagai konfirmasi, strategi testingnya ambil saja rapid test antigen, tapi cari yang murah dengan validitas akurasi yang tinggi, sekarang sudah banyak," lanjut dia.

Dicky menyadari banyak warga yang kemudian terpuruk karena pembatasan di tengah pandemi COVID-19. Ia mengusulkan, jika pengetatan tak bisa ditingkatkan, pemerintah bergerak aktif di testing, tracing, dan treatment.

"Diketatkan berat, nggak diketatkan berat kan gitu, nah oleh karena itu saya memberi opsi, solusi, saran pertama bahwa kita kembali pada memilih strategi yang punya daya ungkit besar terhadap semua sektor, baik kesehatannya maupun ekonomi," jelas Dicky.

"Testing, tracing dan treatment yang luar biasa harus sekarang, mau tidak mau, extreme. Satu juta tes per hari minimal, bukan 500 ribu, itu di awal tahun 500 ribu,"pungkasnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)