Sabtu, 24 Jul 2021 18:05 WIB

Terpopuler Sepekan

4 Fakta Kasus Pertama Virus Monkey B di China yang Berakhir Tewas

Ayunda Septiani - detikHealth
Menyusul dinaikannya status Gunung Merapi menjadi level siaga, perilaku satwa seperti kera ekor panjang yang turun dari Gunung. Foto ilustrasi: Pius Erlangga
Jakarta -

Beberapa waktu lalu China melaporkan kasus pertama infeksi virus Monkey B pada manusia. Seorang dokter hewan berusia 53 tahun terinfeksi virus Monkey B (BV) hingga tewas.

Dikutip dari laman Times of India, Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit (CDC) China mengungkap gejala dari virus Monkey B ini serupa dengan flu.

Gejala dari virus Monkey B ini biasanya muncul 1 hingga 3 minggu setelah terinfeksi virus.

Berikut beberapa fakta virus Monkey B yang muncul di China.

Apa itu virus Monkey B?

Virus Monkey B awalnya diisolasi pada tahun 1032 silam. Virus Monkey B adalah enzootic alphaherpesvirus di kera dari genus Macaca.

Bagaimana penularan virus Monkey B?

Virus Monkey B dapat ditularkan melalui kontak langsung dan pertukaran sekresi atau cairan tubuh. Bagi yang terpapar, angka kematiannya bahkan cukup tinggi, bisa sampai 70 persen hingga 80 persen.

Disebutkan, yang paling berisiko terkena virus Monkey B adalah para pekerja seperti dokter hewan primata, personel perawatan hewan, atau peneliti laboratorium.

Apa saja gejala virus Monkey B?

  • Demam
  • Kedinginan
  • Nyeri otot
  • Kelelahan.

Dokter yang terpapar virus Monkey B di China mengeluhkan gejala awal mual dan muntah. Kemudian, kondisi memburuk hingga harus dibawa ke rumah sakit tetapi tidak berhasil selamat, ia meninggal 27 Mei lalu.

"Dokter yang berusia 53 tahun itu mulanya mengeluhkan gejala awal mual dan muntah, sebulan setelah ia membedah dua monyet mati di awal Maret," bebernya.

Bagaimana bahayanya?

Dikutip dari laman The Hindustan Times, laporan di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, menyebutkan bahwa virus Monkey B cenderung menyerang sistem saraf pusat ketika ditularkan ke manusia.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)