Senin, 26 Jul 2021 15:11 WIB

Arab Saudi Izinkan Warga Asal RI Umrah, Tapi Ada Syarat Khususnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
MECCA, SAUDI ARABIA , OCTOBER 22, 2020 - Pilgrims circle the Kaaba in Masjid al-Haram - umrah Fewer Muslims people Socially Distanced corona virus wearing face mask Foto: Getty Images/Ayman Zaid
Jakarta -

Arab Saudi mengumumkan mulai mengizinkan jemaah internasional untuk melaksanakan umrah mulai 10 Agustus 2021 mendatang, yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H. Tentunya dengan penerapan protokol standar kesehatan.

Selain itu, Arab Saudi juga mengumumkan bahwa pihaknya telah membuka kembali tempat-tempat suci Islam untuk melakukan ibadah umrah setelah akhir musim haji. Langkah ini diambil setelah ibadah haji khusus jamaah lokal selesai dilaksanakan.

"Masjid Raya siap menerima jemaah umrah," kata Wakil Kepala Urusan Masjidil Haram, Saad bin Muhammad Al-Muhaimid yang dikutip dari Daily Star, Senin (26/7/2021).

Selain menerapkan protokol kesehatan, jemaah juga diwajibkan untuk mengikuti tanda di lantai saat melakukan Tawaf selama pandemi COVID-19.

Pemerintah setempat pun mengizinkan semua negara untuk mengirim penerbangan langsung. Namun, ada beberapa negara yang diwajibkan melakukan karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Kerajaan.

Negara-negara tersebut terdiri dari India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Adapun persyaratan lain yang wajib dipenuhi yaitu vaksinasi penuh atau telah menerima 2 dosis vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson (J&J).

"Dosis vaksin COVID-19 buatan China dengan satu suntikan vaksin booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson juga diperbolehkan," tulis laporan tersebut.



Simak Video "Isi Aturan Arab Saudi soal Umrah Bagi Jemaah Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)