Senin, 26 Jul 2021 18:34 WIB

Corona Melonjak di AS, Salah Langkah Tangani COVID-19?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Top infectious disease expert Dr. Anthony Fauci responds to accusations by Sen. Rand Paul, R-Ky., as he testifies before the Senate Health, Education, Labor, and Pensions Committee, on Capitol Hill in Washington, Tuesday, July 20, 2021. Cases of COVID-19 have tripled over the past three weeks, and hospitalizations and deaths are rising among unvaccinated people. (AP Photo/J. Scott Applewhite, Pool) Foto: AP Photo/J. Scott Applewhite, Pool
Jakarta -

Pakar penyakit menular ternama di Amerika Serikat (AS) Dr Anthony Fauci menyebut negaranya telah menuju ke arah yang salah dalam penanganan COVID-19. Pasalanya, AS kini tengah menghadapi lonjakan kasus Corona.

Dikutip dari BBC, Fauci mengatakan penularan COVID-19 begitu tinggi di antara orang-orang yang belum divaksinasi. Menurutnya, ini diketahui dari tingginya angka kasus infeksi virus Corona varian Delta, atau B1617.2, di daerah yang masih rendah cakupan vaksinasinya.

"Kami menuju ke arah yang salah," ucap Fauci di program CNN 'State of Union' ketika ditanya tentang prediksi kasus kematian Corona di AS akan mencapai 4.000 orang per hari jika tingkat vaksinasi tidak membaik.

"Kami memiliki 50 persen negara bagian yang belum sepenuhnya divaksinasi. Itu jadi masalah, apalagi kalau ada varian seperti Delta yang punya karakteristik luar biasa bisa menyebar dengan sangat efisien dan sangat mudah dari orang ke orang," ujarnya, seperti dikutip dari New York Post.

Sebelumnya setiap warga AS yang telah divaksinasi COVID-19 secara penuh diizinkan untuk melepas masker ketika berada di ruang publik. Namun, saat ini kebijakan tersebut sedang dipertimbangkan kembali oleh para pejabat kesehatan di AS untuk mencegah penyebaran virus Corona varian Delta.

"Ini sedang dalam pertimbangan," ucap Fauci.

Fauci juga menjelaskan para pejabat kesehatan di AS tengah mengkaji manfaat dari pemberian dosis ketiga vaksin COVID-19. Ia menyarankan suntikan booster ini diberikan kepada kelompok orang yang memiliki gangguan imun.

Diketahui, saat ini sudah lebih dari 162,7 juta, atau 49 persen, warga AS yang telah divaksinasi COVID-19 secara penuh. Meski demikian, tingkat vaksinasi masih sangat rendah di sejumlah negara bagian selatan.

Peningkatan kasus Corona paling tajam terjadi di sejumlah negara bagian yang tingkat vaksinasinya masih rendah, seperti Florida, Texas, dan Missouri.



Simak Video "Saat FDA dan Komite Vaksin AS Berdebat Panas soal Dosis Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)