Senin, 26 Jul 2021 19:02 WIB

Dibatasi 20 Menit Saat PPKM Level 4, Idealnya Butuh Berapa Lama untuk Makan?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Warteg BLT Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Aturan terbaru PPKM level 4 di Pulau Jawa-Bali membuat sebagian orang 'geleng-geleng' kepala. Sebab, salah satu aturannya memperbolehkan warung makan dibuka dan melayani 'dine-in', namun setiap pengunjung dibatasi waktu makannya selama 20 menit.

Hal ini membuat sebagian orang merasa heran, apakah makan selama 20 menit tidak terlalu singkat?

Namun, faktanya waktu 20 menit itu sudah cukup untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak ketika sedang makan. Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi berjudul 'Does Slower Eating Rate Reduce Food Intake? Results of an Empirical Test', seperti dikutip dari WebMD.

Studi tersebut menemukan orang yang makan dengan kecepatan lambat cenderung akan mudah kenyang, dan biasanya terjadi di menit ke-20. Menurut ahli diet di Lenox Hill Hospital, New York, Jonathan Purtell, RD, sinyal kenyang ke otak akan diproses setelah melakukan "gigitan pertama" pada makanan.

"Sinyal kenyang diproses sekitar 20 menit setelah gigitan pertama, tetapi jika kamu merasa kenyang sebelum ini, kemungkinan perut kamu telah mencapai kapasitasnya," ucap Purtell, dikutip dari Livestrong.

Maka dari itu, makan dengan waktu 20 menit sebenarnya cukup kok dan tidak perlu terlalu terburu-buru. Pasalnya, menurut ahli gizi komunitas dr Tan Shot Yen, makan terlalu cepat justru akan berdampak buruk pada kesehatan.

"Pertama, kembung karena biasanya udara ikut tertelan. Kedua, potongan makanan (belum terkunyah dengan baik) bikin kesedak. Ketiga, pencernaan tidak bisa mencerna dan menyerap baik karena potongan besar," kata dr Tan saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2021).

Selain itu, dr Tan juga mengatakan ada kemungkinan tubuh akan kurang maksimal dalam menyerap nutrisi dari makanan jika kamu terlalu terburu-buru saat makan.

Meski demikian, dr Tan menyarankan masyarakat agar lebih baik membawa pulang makanan atau 'take away', daripada harus memaksakan diri makan di tempat. Selain mengurangi kecemasan untuk makan dengan cepat, makan di rumah juga dapat menghindari risiko penularan COVID-19.

"Sebab makan di warung buka masker. Sambil makan (berisiko) dapat bonus ketularan (virus)," tuturnya.

Simak video 'Kata Ahli Gizi Soal Aturan Makan Dibatasi Hanya 20 Menit':

[Gambas:Video 20detik]



(ryh/up)