Selasa, 27 Jul 2021 05:50 WIB

Round Up

Menkes Bakal Coret Oseltamivir untuk COVID-19, Gara-gara Varian Delta?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Petugas menyiapkan obat COVID-19 di gudang instalasi farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/7/2021). Mulai hari ini, Pemerintah Pusat resmi membagikan sebanyak 300.000 paket obat gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di Pulau Jawa dan Bali. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp. Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Salah satu obat antivirus yang banyak diburu untuk isolasi mandiri (isoman) COVID-19, Oseltamivir, nampaknya bakal ditinggalkan. Menteri Kesehatan akan menggantinya dengan Fapivirafir.

"Favipiravir ini akan mengganti Oseltamivir sebagai obat antivirus," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Senin (26/7/2021).

"Kalau Azithromycin antibiotik, Favipiravir ini masuk kategori antivirus yang oleh dokter-dokter 5 profesi di Indonesia sudah mengkaji dampaknya terhadap mutasi virus Delta ini dan mereka menganjurkan agar antivirusnya digunakan Favipiravir," jelas Menkes.

Obat antivirus Favipiravir, yang juga sempat kosong di pasaran, saat ini sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

"Diharapkan nanti bulan Agustus kita sudah punya kapasitas dalam negeri 2-4 juta tablet per hari yang bisa memenuhi kebutuhan," jelas Menkes.

Beberapa produsen dalam negeri, menurut Menkes, akan meningkatkan produksi Favipiravir. Termasuk oleh Kimia Farma, produksi Favipirafir bisa digenjot 2 juta tablet perhari.

Stok Oseltamivir sendiri saat ini sebenarnya masih tersedia, meski di beberapa apotek sulit sekali ditemukan. Menurut Menkes, masih ada 12 juta tablet Oseltamivir yang tersedia.

Oseltamivir merupakan obat antivirus untuk influenza yang dikenal juga dengan nama dagang Fluvir dan Tamiflu. Sedangkan Favipiravir sebelumnya dikenal juga dengan nama dagang Avigan, juga untuk influenza meski pernah juga dipakai untuk Ebola.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Penggunaan Obat Oseltamivir Bagi Pasien Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)