Selasa, 27 Jul 2021 07:41 WIB

Pro-Kontra

Makan di Warung Dibatasi 20 Menit demi Cegah COVID, Setuju Nggak?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Meski PPKM diperpanjang ada sejumlah aturan yang dilonggarkan. Salah satunya memperbolehkan warung makan untuk buka dan layani makan di tempat selama 20 menit. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Aturan terbaru PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 4 memperbolehkan makan di warung dengan batasan maksimal 20 menit. Dilematis karena jadi terburu-buru, tetapi berlama-lama pun dibayangi ancaman virus Corona.

Para pakar kesehatan sepakat, pilihan terbaik untuk saat ini adalah makan di rumah masing-masing. Interaksi sosial saat berada di tempat umum seperti warung makan, bagaimanapun berisiko menularkan COVID-19.

Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyebut pembatasan waktu makan di tempat umum merupakan pilihan terbaik saat ini. Jika memang tidak memungkinkan untuk makan di rumah masing-masing, maka setidaknya jangan berlama-lama makan di warung.

"Jelas sebetulnya, jangankan 20 menit ya sekarang satu menit saja sudah cukup (menularkan virus)," jawab Dicky saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2021).

Di sisi lain, para pedagang akan menanggung dampak jika makan di warung dilarang sama sekali. Beberapa penjual warung makan mengatakan, pembatasan makan 20 menit sebenarnya sudah lebih mendingan daripada dilarang sama sekali, meski beberapa orang bilang terlalu singkat.

"Daripada nggak boleh sama sekali, 20 menit untuk orang makan itu panjang lah ya. Makan itu menurut saya 15 menit cukup. Beda kalau kita dengan mengobrol dulu atau apa gitu kan," kata Firman, seorang penjual warteg, pada detikcom, Senin (26/7/2021).

Mempertimbangkan berbagai kondisi tersebut, setujukah ada pembatasan makan di warung selama 20-30 menit? Bagikan pendapat di kolom komentar.



Simak Video "Pertimbangan Epidemiolog soal Perlu Tidaknya PPKM Diperpanjang Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)