Selasa, 27 Jul 2021 16:33 WIB

Obat COVID-19 yang Ampuh, Ada Nggak Sih? Ini Kata Ahli Farmakologi

Vidya Pinandhita - detikHealth
man hand holding his nutritional supplemets, healthy lifestyle background. Foto: iStock
Jakarta -

Seiring lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia, kebutuhan akan obat-obatan meningkat. Mulai dari obat antivirus, antibiotik, hingga obat-obatan tertentu yang berfungsi meringankan gejala COVID-19 seperti demam dan pilek. Walhasil, tak sedikit masyarakat mempertanyakan, adakah obat COVID-19 yang ampuh?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Apt Zullies Ikawati menjelaskan, pada dasarnya, COVID-19 adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pasien mengonsumsi obat tertentu.

Pasalnya, COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga satu-satunya cara untuk menyembuhkan pasien adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, bukan dengan minum obat tertentu.

"Penyakit ini kan penyakit karena virus yang sebetulnya sih bisa sembuh sendiri, seperti flu itu itu kan bisa sembuh sendiri sehingga yang harus dikuatkan adalah sistem imun," terang Prof Zullies pada detikcom, Rabu (14/7/2021).

"Untuk menguatkan sistem imun itu kan banyak cara. Di samping menggunakan vitamin, itu juga dari makanan yang sehat istirahat yang cukup, kemudian berjemur untuk mendapat tambahan vitamin D. Kemudian jangan cemas karena cemas bisa memengaruhi sistem imun," lanjutnya.

Berikut daftar obat yang sempat viral dan marak diborong. Dari daftar di bawah ini, adakah obat COVID-19 yang ampuh?

1. Oseltamivir

Berdasarkan revisi Protokol Tatalaksana COVID-19 oleh 5 organisasi profesi, oseltamivir tidak lagi direkomendasikan sebagai obat untuk pasien COVID-19, khususnya yang menjalani isoman. Disebutkan, oseltamivir hanya diberikan jika terdapat kecurigaan ko-infeksi influenza pada pasien COVID-19.

Menurut Prof Zullies, revisi rekomendasi obat wajar terjadi disebabkan perkembangan bukti klinis baru seiring penggunaan obat, khususnya pada COVID-19 di mana hingga kini, belum ada obat yang terbukti mempan menyembuhkan.

"Oseltamivir diberikan secara empiris pada masa awal pandemi COVID-19 karena sulitnya membedakan gejala pasien COVID-19 dan pasien yang terinfeksi virus influenza. Saat ini, oseltamivir dapat ditambahkan pada dimana pasien dengan COVID-19 dan diduga terinfeksi virus influenza dengan dosis 2 x 75Mgo," terang Prof Zullies.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Alasan Badan Obat AS Belum Restui Ivermectin Dipakai untuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]