Selasa, 27 Jul 2021 19:25 WIB

e-Life

Perhatikan Hal Ini Jika Temani Anak yang Baru Sekolah Online

dtv - detikHealth
Jakarta -

Sudah hampir dua tahun kegiatan belajar mengajar formal tak lagi dilakukan secara tatap muka. Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung mengharuskan siswa untuk menempuh pendidikan secara virtual.

Salah satu penyesuaian akan sistem pembelajaran virtual atau online ini adalah peran orang tua yang semakin dibutuhkan dalam mendampingi anak. Menurut Psikolog Pendidikan dan Founder Yaa Bunayya Pre-School Yogyakarta, Monika Aprianna, M.Psi., Psikolog, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan orang tua mengenai sekolah online anak, yaitu rutinitas, tes komitmen, dan paham aturan sekolah.

"Tentang rutinitas, sebelum pandemi kita tahu setiap hari berangkat jam berapa, makan jam berapa, tidur jam berapa. Setelah pandemi bagaimana? Bubar jalan, kacau balau. Jadi perlu penyesuaian. Lalu tes komitmen, atau bagaimana dia berkomitmen untuk mengerjakan apa yang di-deliver oleh guru atau sekolah. Dan juga, tahu aturannya. Kalau Zoom, jamnya jam berapa, aturannya apakah kameranya harus dibuka, itu juga perlu kita pahamkan pada anak," terang Monika di acara e-Life detikcom.

Menurut Monika, pendampingan orang tua pada anak saat sekolah tentu dirasa sangat penting. Namun, pendampingan yang baik bukan berarti orang tua perlu ikut mengerjakan tugas sekolah anak, tapi cukup dengan mengecek dan memastikan kebutuhan anak saja.

Parenting Content Creator, Annisa Steviani turut membagikan pengalamannya dalam mendampingi sang anak sekolah online. Setelah hampir dua tahun menjalani sekolah online, kini anak Annisa tak lagi didampingi secara penuh oleh Annisa saat bersekolah. Hal ini disebabkan salah satunya oleh sistem sekolah anak Annisa yang menggunakan sistem kelas-kelas kecil.

"Jadi memang di sekolahnya memang mereka membuat konsep gimana biar anak tidak perlu didampingi orang tuanya. Karena banyak juga orang tuanya kerja ya. Jadi mereka bikin kelas-kelas kecil, ada beberapa pelajaran yang memang 1 guru ada 4 anak. Jadi memang ke-handle sama gurunya. Tapi aku tau nih sekolah-sekolah yang memang 1 guru menghadapi 27 anak itu sudah pasti orang tuanya harus mendampingi," jelas Annisa.

Akan tetapi, untuk mencapai titik ini pun, Annisa dan anaknya harus melewati proses adaptasi yang panjang dan perlahan. Sang anak juga memiliki Sensory Processing Disorder (SPD) yang semakin parah saat pandemi, sehingga berpengaruh pada proses adaptasi di sekolah online.

"Di awal, dia tidak mau membuka kamera, aku oke. Tapi semua tugas, kita tetap kerjain. Jadi, komitmen di tiga bulan pertama adalah tugasnya selesai dulu ya. Baru di semester kedua, dia mau buka kamera full, mau bicara dengan mic yang kencang, tugasnya juga sudah dikerjakan bersama gurunya. Jadi, sekarang terdengar lebih mudah karena sudah tahun kedua, aku sudah melalui semua adaptasi itu," terang Annisa.

Sekolah online memiliki banyak keterbatasan jika dibandingkan dengan sekolah tatap muka. Pendampingan orang tua juga dirasa krusial dalam membantu anak menyerap pelajaran dengan baik di tengah kondisi seperti ini.

Oleh karena itu, perlu sinergi yang kuat dari semua pihak yang terlibat. Orang tua, guru, dan pihak sekolah perlu bekerja sama untuk membuat iklim menyenangkan bagi kegiatan belajar anak.

"Memang banyak kelemahan dan keterbatasan, tapi dengan peran dan kerja sama antara orang tua dan guru, itu bisa kita optimalkan. Pembelajaran bisa kita tingkatkan kualitasnya. Guru, bagaimana menjalin interaksi, membuat konektivitas dengan anak, membuat pembelajaran yang menyenangkan. Juga orang tua bagaimana bisa men-support anak dengan memfasilitasi iklim pembelajaran yang menyenangkan," tutur Monika.

Menurut Annisa, penting bagi para orang tua untuk menyadari bahwa tugas mendampingi anak sekolah online masih akan berlanjut dalam waktu yang lama.

"Jangan pakai mindset bahwa ini akan segera berakhir. Masih akan panjang perjalanan kita nemenin anak sekolah online. Jadi, ayo adaptasi dari sekarang, ayo dicari solusinya. Kalau pun ada masalah, jangan ragu untuk buka komunikasi dengan guru, suami, dan anak," tutup Annisa.

Tonton video lengkap e-Life episode 'Kiat Berdamai dengan Sekolah Online Si Kecil' di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



(gah/gah)