Selasa, 27 Jul 2021 21:30 WIB

Asyik! Singapura Bakal Bebaskan Warga Makan di Resto Asal Sudah Vaksin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Come in were OPEN sign on Entrance Window Foto: Getty Images/iStockphoto/AlenaPaulus
Jakarta -

Singapura berencana melonggarkan pembatasan COVID-19 di awal bulan depan. Namun relaksasi ini hanya akan berlaku bagi warganya yang sudah mendapat vaksin COVID-19.

"Pelonggaran akan dibedakan dan diperluas hanya untuk yang sudah divaksinasi karena mereka jauh lebih terlindungi dari efek virus," kata Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong, dikutip dari Reuters, Selasa (27/7/2021).

"Jika Anda ingin pergi makan di restoran atau berolahraga di gym, Anda harus sudah divaksinasi secara penuh," sambungnya.

Pemerintah Singapura juga berencana mengizinkan perjalanan bebas karantina dan diizinkan isolasi di rumah bagi orang yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19. Pertimbangan kebijakan ini diambil setelah mereka menargetkan 80 persen populasinya sudah divaksinasi pada Agustus mendatang.

Meski cakupan vaksinasi tinggi, Singapura mungkin tak akan menghapus seluruh aturan jaga jarak sosial. Warga tetap harus memakai masker jika berada di dalam ruangan tertutup.

Pekan lalu, negara itu memperketat pembatasan sosial, termasuk menghentikan makan di restoran dan melarang pertemuan lebih dari dua orang selama satu bulan, setelah peningkatan infeksi Corona.

Pada 26 Juli, Singapura memiliki total 64.314 kasus, dengan 12 pasien mengalami penyakit serius yang membutuhkan oksigen, dan dua pasien dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif (ICU). Tak satupun dari 14 kasus yang membutuhkan perawatan intensif telah divaksinasi lengkap.



Simak Video "Singapura Batal 'Damai' dengan COVID-19: Lockdown Parsial Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)