Selasa, 27 Jul 2021 21:38 WIB

Begini Jurus Pemerintah Capai Target Vaksinasi 2 Juta Dosis Per Hari

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
The hands in blue glove of the scientist hold the processor Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77
Jakarta -

Untuk mempercepat program vaksinasi nasional, pemerintah menargetkan di bulan Agustus bisa dilakukan penyuntikan 2 juta dosis vaksin per hari. Adapun saat ini, vaksinasi ditargetkan bisa meningkat ke 1,5 juta dosis per hari.

"Akselerasi untuk mencapai 1,5 juta vaksinasi per hari masih terus difokuskan. Sejak awal hingga minggu ketiga Juli, suntikan vaksinasi rata-rata sudah mencapai 1 juta dosis, dengan kisaran 900 ribu -1,1 juta per hari," jelas Juru Bicara Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).

Pemerintah, kata dr. Siti Nadia, berkolaborasi dengan TNI Polri dalam rangka mendorong vaksinasi dosis pertama di kabupaten/kota, khususnya Jawa Bali. Selain itu, pihak swasta turut dilibatkan dalam upaya percepatan dengan membuka sentra vaksinasi.

Salah satu perusahaan swasta yang berkontribusi dalam program vaksinasi, yakni Traveloka yang menggelar vaksinasi di bandara. Head of Corporate Communications Traveloka Reza Amirul menyampaikan dalam waktu dua pekan membuka layanan vaksinasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebanyak 14 ribu orang mengikuti vaksinasi di terminal 2 dan 3. Sementara itu, sentra vaksinasi Traveloka di bandara Yogyakarta telah memvaksin 8.000 orang, dan 4.000 orang memperoleh vaksin di sentra vaksinasi Traveloka di Tangerang Selatan.

"Untuk bisa mendapatkan vaksinasi di Traveloka, pengguna bisa mengakses di Traveloka Experience melalui ponsel. Tinggal pilih mau vaksinasi di mana, pilih hari dan jamnya. Saat masuk ke menu pembayaran masukkan kode kupon Vaksin. Nantinya pengguna akan mendapatkan jadwalnya, dan silakan datang ke lokasi yang dipilih sesuai jadwal," jelas Reza.

Selain membuka sentra vaksinasi di bandara, Traveloka juga menjalin kerja sama dengan MNC Peduli bersama Kemenparekraf, yang saat ini masih berlangsung. Reza menyatakan masyarakat bisa mendaftar untuk vaksinasi secara gratis.

Sementara itu, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid memaparkan hingga 26 Juli 2021, 63 juta dosis vaksin telah disuntikkan. Adapun rinciannya, 45 juta dosis pertama dan 18 juta vaksin dosis kedua.

"Cukup banyak yang sudah disuntikkan. Targetnya kita akan berikan vaksinasi kepada 208,2 juta orang, dari semula 181,5 juta, karena ada penambahan penerima vaksin golongan usia 12-17 tahun," urai dr. Siti Nadia.

Ia menyampaikan saat ini pemerintah baru menerima sekitar 30 persen dari kebutuhan total 460 juta dosis vaksin.

"Untuk itu Pemda harus atur prioritasnya. Saat ini distribusi vaksin 50% fokus ke Jawa Bali, dan dari wilayah itu distribusi fokus ke 57 kabupaten kota aglomerasi. Pembagian vaksin bisa tidak sama, karena harus difokuskan ke kabupaten kota yang jumlah kasus dan laju penularannya sangat tinggi," terang dr. Siti Nadia.

Pada Selasa (27/7/2021), tambahan 21,2 juta dosis vaksin COVID-19 tiba di Tanah Air. Vaksin dalam bentuk bulk itu akan digunakan untuk vaksinasi di bulan Agustus mendatang.

"Alhamdulillah tadi siang baru terima vaksin Sinovac 21,2 juta dosis dalam bentuk bulk. Ini merupakan dosis terbesar yang pernah kita terima dan akan digunakan pada bulan Agustus untuk akselerasi vaksinasi," terang dr. Nadia.

Ia menjelaskan vaksin dalam bentuk setengah jadi (bulk), akan diolah dulu oleh PT. Biofarma dalam waktu 2 minggu, dan setelah jadi akan diperiksa oleh Badan POM untuk memastikan kualitasnya.

Sementara itu, Vaksin yang diterima dalam bentuk jadi jadi akan diperiksa secara fisik dan dikontrol kualitasnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) guna memastikan vaksin berkualitas dan aman.

"Kurang lebih tersedia 5-7,5 dosis vaksin dari Biofarma setiap minggunya, sehingga nanti akan ada 21,5 juta vaksin yang siap digunakan pada bulan Agustus," urai dr. Siti Nadia.



Simak Video "Target 208 Juta, Jumlah Vaksinasi Dosis Lengkap Baru Capai 8 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)