Rabu, 28 Jul 2021 08:39 WIB

Diamuk COVID-19 Varian Delta, Warga AS Wajib Pakai Masker Lagi!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Aturan wajib masker kembali diterapkan, warga Amerika Serikat yang sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19 kini perlu memakai masker di tempat umum, khususnya di dalam ruangan. Desakan kembalinya wajib memakai masker muncul usai COVID-19 varian Delta menyebar dengan cepat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga mendorong semua siswa dan guru di taman kanak-kanak hingga sekolah menengah ke atas wajib memakai masker meskipun sudah mendapat dosis penuh vaksinasi. CDC menyebut anak-anak harus kembali belajar dengan strategi pencegahan COVID-19 yang tepat.

Dikutip dari Channel News Asia, kebijakan melepas masker sebelumnya dilakukan AS pada Mei lalu saat kasus COVID-19 menurun drastis. Kala itu, CDC mengeluarkan pedoman bebas masker di dalam ruangan, bagi mereka yang sudah divaksinasi COVID-19 dosis kedua, sehingga aktivitas mulai kembali normal.

Sayangnya, AS kini melaporkan peningkatan tajam harian kasus COVID-19, mencapai 57.126 kasus, sekitar seperempat dari puncak pandemi yang pernah terjadi sebelumnya.

"Di daerah dengan transmisi substansial dan tinggi, CDC merekomendasikan agar individu yang divaksinasi lengkap memakai masker di tempat umum dalam ruangan untuk membantu mencegah penyebaran Delta dan melindungi orang lain," kata CDC.

Menurut CDC, ada 63 persen negara bagian AS mencatat laju penularan tinggi. Maka dari itu, penting untuk kembali mewajibkan warganya memakai masker demi mencegah varian Delta.

Dr David Doudy, seorang ahli epidemiologi di Universitas Johns Hopkins, mengatakan pedoman CDC dimotivasi oleh perubahan pola infeksi.

"Kami melihat ini dua kali lipat dalam jumlah kasus setiap 10 hari atau lebih," katanya.

American Federation of Teachers President Randi Weingarten memuji pedoman baru CDC soal masker. "Itu diperlukan untuk menghadapi perubahan realitas atau karakteristik penularan virus yang lebih cepat," katanya.

"Tindakan pencegahan yang diperlukan sampai anak-anak di bawah 12 dapat menerima vaksin COVID dan lebih banyak orang Amerika di atas 12 tahun mendapatkan vaksinasi," sambung dia.

Rekomendasi CDC yang baru tidak mengikat dan banyak orang Amerika, terutama di negara bagian yang condong ke Partai Republik, mungkin memilih untuk tidak mengikutinya. Setidaknya ada delapan wilayah melarang sekolah mewajibkan masker.

Dr Isaac Weisfuse, seorang ahli epidemiologi medis dan profesor di Cornell University Public Health, mengatakan resistensi mungkin terjadi di antara beberapa orang.

"Saya pikir kami akan mendapat pukulan balik karena saya pikir orang mungkin melihatnya sebagai kemunduran," katanya.

Pada hari Senin, pemerintahan Biden mengkonfirmasi tidak akan mencabut pembatasan perjalanan internasional yang ada, dengan alasan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dan harapan bahwa mereka akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan.

(naf/up)