Rabu, 28 Jul 2021 11:36 WIB

Delta Plus Masuk RI, Kemungkinan Muncul Varian Lokal Berbahaya Menguat

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Wajar bila Indonesia dijuluki sebagai episentrum Corona Dunia. Sepekan terakhir tercatat sempat menduduki posisi pertama kasus harian-kematian Corona tertinggi. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Varian Delta Plus AY.1 sudah masuk Indonesia, pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai varian tersebut sudah menjadi pre dominant strain di sejumlah wilayah. Sementara, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) Prof Amin Subandrio mengungkap varian Delta Plus ditemukan di Mamuju, Sulawesi Barat satu kasus, dan Jambi dua kasus.

Dicky menyebut varian Delta Plus kemungkinan besar sudah menyebar luas sebelum berhasil diidentifikasi. Sebab, Indonesia selama ini memiliki keterbatasan dalam surveilans genomic dan studi di sejumlah laboratorium.

"Iya ini bukan hal yang mengagetkan ya. Satu hal yang harus dipahami di tengah keterbatasan surveilans genomic kita, di tengah keterbatasan studi lab kita, di tengah keterbatasan investigasi epidemiologi kita," jelas Dicky kepada detikcom Selasa (27/7/2021).

"Kemudian, kita misalnya menemukan varian Delta Plus ini, itu menandakan sebetulnya besar kemungkinan si varian ini sudah menjadi pre-dominant strain di lokasi ditemukan itu," sambungnya.

Pre-dominant strain yang dimaksud ialah varian Delta Plus sudah lama menyebar dalam transmisi komunitas. Sebab, menurut Dicky, butuh waktu untuk suatu varian berkembang menjadi pre-dominant hingga berhasil ditemukan.

Terlebih, di tengah laju penularan COVID-19 yang masih tinggi di masyarakat, penemuan varian Delta Plus diibaratkan Dicky seperti bom waktu. Begitu pula dengan varian Corona lainnya yang bisa saja baru ditemukan beberapa waktu ke depan lantaran genome sequencing belum semasif negara lain.

"Kehadiran varian ini adalah suatu fenomena yang alamiah, yang sebagaimana mestinya. Jangan kaget, ada Delta Plus dan juga Lambda varian ditemukan."

"Karena akan sulit membendung kehadiran varian ini, peluang masuknya juga luar biasa banyak, banyak sekali, apalagi di tengah situasi bahwa di dalam negeri kita ini terjadi replikasi yang sangat ekstensif dari virus, karena banyak kasus infeksi di masyarakat tidak terdeteksi," bebernya.

varian delta plus apanya yang plusvarian delta plus apanya yang plus Foto: infografis detikHealth


Kemunculan varian Indonesia berbahaya

Dicky menyoroti bahaya varian Delta Plus tidak terlalu berbeda dengan varian Delta. Namun, satu mutasi K417N tersebut diyakini membuat varian lebih resisten pada terapi antibodi, termasuk antibodi yang muncul usai vaksinasi COVID-19.

Tidak hanya itu, Dicky juga khawatir kemunculan sejumlah varian baru Corona di Indonesia nantinya menghadirkan varian berbahaya dari Indonesia.

"Dan ini bukan hal yang baru, karena mutasi itu juga ada di varian Beta, dan satu hal yang penting pesannya adalah bahwa kehadiran penemuan dari Delta Plus, ini juga membuat saya semakin kuatir adanya potensi Indonesia memiliki varian sendiri yang berbahaya," pungkasnya.



Simak Video " Asal-usul Penyebutan Varian COVID-19 'Delta Plus'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)