Rabu, 28 Jul 2021 12:30 WIB

Fakta-fakta Anosmia: Penyebab, Lama Pemulihan, Cara Menyembuhkan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Anosmia or smell blindness, loss of the ability to smell, one of the possible symptoms of covid-19, infectious disease caused by corona virus. Anosmia atau kehilangan indra penciuman. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Nenad Cavoski)
Jakarta -

Anosmia adalah salah satu gejala khas dari COVID-19. Gejala ini ditandai dengan hilangnya indra penciuman.

Pada kasus COVID-19, umumnya gejala anosmia juga dibarengi dengan hilangnya indra pengecap. Hal ini menyebabkan nafsu makan pasien jadi menurun.

Meski demikian, anosmia tak hanya disebabkan oleh COVID-19. Beberapa kondisi lain seperti infeksi sinus, flu, kebiasaan merokok, pilek, dan alergi juga bisa memicu gejala ini.

Dikutip dari Healthline, anosmia dapat terjadi karena terganggunya reseptor di dalam hidung yang menuju saraf otak.

Anosmia sembuh 18-21 hari

Lamanya waktu anosmia sembuh tergantung dari kondisi pasien. Berdasarkan sebuah studi di 18 rumah sakit Eropa, 86 persen dari 2.500 pasien COVID-19 yang mengalami gejala anosmia dapat pulih setelah 18-21 hari terinfeksi virus Corona.

Namun, studi juga mencatat ada 5 persen pasien COVID-19 yang baru pulih dari anosmia setelah 6 bulan terpapar virus Corona.

Anosmia disebut bisa jadi pertanda baik pasien COVID-19

Menurut sebuah studi yang telah diterbitkan dalam Journal Internal Medicine, kebanyakan pasien COVID-19 yang mengidap anosmia adalah yang mengalami gejala ringan.

Studi yang dilakukan di 18 rumah sakit Eropa ini menemukan 55 persen pasien COVID-19 anosmia mengalami gejala ringan. Sementara 37 persen pasien lainnya yang mengeluhkan anosmia mengalami gejala sedang hingga kritis.

Kemudian hanya 6,9 persen pasien COVID-19 dengan anosmia yang mengalami gejala kritis.

"Menurut penelitian, sebagian besar orang memulihkan indra penciumannya dalam waktu 3 minggu," kata Dr Robert Glatter, seorang dokter darurat di Lenox Hill Hospital di New York.

"Yang membutuhkan waktu pemulihan COVID-19 hingga 2 bulan sedikit, yaitu 15 persen, dan yang membutuhkan pemulihan COVID-19 hingga 6 bulan hanya di bawah 5 persen," sambungnya.

Cara menyembuhkan anosmia

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk memulihkan gejala anosmia, di antaranya sebagai berikut.

1. Pakai minyak kayu putih

Dikutip dari Times of India, minyak kayu putih dapat digunakan untuk melatih indra penciuman. Cara mengobati anosmia adalah dengan mengendus minyak kayu putih secara rutin selama 30 detik sekali.

2. Konsumsi makanan beraroma kuat

Mengonsumsi buah-buahan dengan aroma dan rasa yang kuat bisa menjadi salah satu cara untuk mengobati anosmia. Selain dapat melatih indra penciuman dan pengecap, cara ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

3. Konsumsi jahe

Cara terakhir yang bisa kamu coba untuk mengobati anosmia adalah dengan mengonsumsi jahe. Kandungan gingerol pada jahe dapat merangsang indra penciuman dan pengecap.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)