Rabu, 28 Jul 2021 15:40 WIB

Antibodi Vaksin Sinovac Turun Setelah 6 Bulan, Mungkinkah RI Berikan Booster?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Studi teranyar vaksin Sinovac menunjukkan antibodi pasca vaksinasi memudar usai 6 bulan. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel darah usia dewasa 18 hingga 59 tahun, pada dua kelompok penelitian, masing-masing 50 peserta.

"Untuk peserta yang menerima dua dosis, dengan rentang dua sampai empat minggu, hanya 16,9 persen dan 35,2 persen yang memiliki tingkat antibodi di atas ambang batas enam bulan setelah dosis kedua," tulis makalah itu dikutip dari Reuters, Selasa (27/7/2021).

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Profesor Dr Sri Rezeki, SpA(K) menegaskan sudah mengkaji studi terkait antibodi vaksin Sinovac 'hanya' bertahan enam bulan. Namun, ia tidak bersedia mengungkap apakah kemungkinan rekomendasi booster untuk masyarakat umum yang sudah melewati 6 bulan pasca divaksinasi Sinovac dianjurkan.

"Kajian sudah diserahkan ke Kementerian Kesehatan RI," demikian tegasnya kepada detikcom Rabu (28/7/2021).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo hingga Raffi Ahmad adalah penerima pertama vaksin Corona Sinovac. Terhitung sejak 27 Januari hingga 28 Juli, enam bulan berlalu pasca menerima vaksin Sinovac.

Namun, spesifik terkait tokoh-tokoh yang menerima vaksin Sinovac pertama seperti salah satunya Presiden Joko Widodo, Sri enggan berkomentar langsung apakah yang bersangkutan sudah waktunya divaksinasi booster.

Simak Video: Studi China Ungkap Antibodi Vaksin Sinovac 2 Dosis Menurun Setelah 6 Bulan

[Gambas:Video 20detik]




(naf/up)