Rabu, 28 Jul 2021 23:19 WIB

RI Sudah Amankan 440 Juta Dosis Vaksin COVID-19 hingga Akhir 2021

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Seorang peneliti sedang menguji sebuah vaksin di laboratorium PT Bio Farma, Bandung. FOTO: dokumantasi Bio Farma Foto: Bio Farma
Jakarta -

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan stok vaksin. Ia menyebut pemerintah telah mengamankan 440 juta dosis vaksin COVID-19 hingga akhir 2021.

Lebih lanjut, dr. Reisa mengatakan Indonesia telah kedatangan lagi vaksin Sinovac sebanyak 21 juta dosis dalam bentuk bahan baku atau bulk. Sehingga menambah stok vaksin COVID-19 menjadi lebih dari 173 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk dan bahan jadi. Nantinya dari 144,7 juta dosis total vaksin bulk yang telah diterima Indonesia, setelah diolah Bio Farma akan menjadi sekitar 117 juta dosis vaksin bentuk jadi.

Selain itu, menurutnya pemerintah terus berupaya dalam mempercepat penambahan cakupan vaksinasi. Ia mengatakan target 2 juta suntikan per hari akan terus dikejar.

Diungkapkan dr. Reisa per Selasa (27/7) pukul 18:00 WIB, tercatat sekitar 64,4 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 45,5 juta orang yang menerima vaksin dosis pertama. Atau 21,9% dari dari total sasaran 208,2 juta orang. Sedangkan 18,9 juta di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua.

"Jalan menuju herd immunity atau kekebalan kelompok masih panjang. Bapak Ibu lah yang bisa memperpendek jalan tersebut. Vaksinasi diri Anda segera, ajak keluarga, tetangga, dan kolega. Ayo segera vaksin COVID-19 untuk lindungi diri dan keluarga kita," kata dr. Reisa dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Ia pun memastikan pemerintah akan menambah stok obat, suplai oksigen, jumlah nakes dan ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus. Menurutnya, tingkat keterisian dalam beberapa hari ini sudah mulai turun. Per pekan lalu sekitar 92 ribu tempat tidur di rumah sakit sudah terisi pasien COVID-19 dan per minggu ini sudah turun ke 82 ribu.

"Artinya, ada penurunan pasien bergejala sedang-berat yang harus dirawat," tandasnya.

Di samping itu, dia mengingatkan agar pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan yang sedang isolasi mandiri terus memantau kesehatan dengan memperhatikan saturasi oksigen.

"Jika saturasi di bawah 95%, segera minta dirujuk ke rumah sakit atau isolasi terpusat untuk mendapat penanganan lebih lanjut," katanya.

dr. Reisa juga mengimbau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan sesering mungkin, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas yang tidak mendesak.

"Dan siap divaksin, karena vaksinnya sudah siap," pungkasnya.



Simak Video "Kapan Sebaiknya Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Diberikan?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)