Kamis, 29 Jul 2021 06:58 WIB

99 Persen Kematian Akibat COVID-19 di Italia Belum Divaksin Lengkap

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ratusan ribu kasus COVID-19 di Italia membuat tenaga kesehatan khususnya para dokter dan perawat harus bekerja ekstra guna menyelamatkan nyawa warganya. Beginilah potret kesehariannya.

AP Photo/Domenico Stinellis Ilustrasi (Foto: AP/Domenico Stinellis)
Jakarta -

Hampir 99 persen orang yang wafat akibat COVID-19 Italia belum divaksinasi atau mendapat vaksin Corona dua dosis. Institut Kesehatan Nasional (ISS) mengungkap studi yang dimuat terkait laporan kematian COVID-19 Italia sejak Februari 2021.

Adapun beberapa orang yang wafat akibat COVID-19 meski sudah mendapatkan dua dosis vaksin Corona berusia lanjut, yaitu di rentang usia 80 tahun ke atas. Mereka juga memiliki riwayat komorbid sebelum tertular COVID-19.

Dikutip dari Channel News Asia, Italia pekan lalu mengikuti langkah Prancis, menjadikan bukti sertifikat vaksin COVID-19 sebagai syarat setiap kegiatan termasuk gym, kolam renang, museum, dan bioskop. Sejak saat itu, pihak Italia mencatat peningkatan signifikan minat vaksinasi COVID-19.

Hingga kini, hampir 57 persen dari populasi di atas usia 12 tahun telah divaksinasi lengkap. Kasus COVID-19 di Italia, negara yang sempat menjadi wilayah terdampak pandemi COVID-19 mencatat penurunan kasus yang signifikan.

Ada 24 kematian COVID-19 pada Selasa (27/7/2021), sementara harian infeksi baru Corona di waktu yang sama sebanyak 4.522 kasus.

Program vaksinasi Italia dimulai sekitar awal tahun ini, sehingga pada awal penelitian, orang pertama yang divaksinasi dapat menyelesaikan vaksinasi dua dosis mereka menggunakan vaksin COVID-19 Pfizer atau Moderna.

"Dari 1 Februari hingga 21 Juli, ada 423 kematian COVID-19 di antara orang yang sudah divaksinasi penuh, mewakili 1,2 persen dari total 35.776 kematian Covid," kata Institut tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sementara, menurut catatan medis, 70 dari 423 orang yang meninggal karena COVID-19 tetapi sudah menerima dua dosis vaksin Corona, rata-rata memiliki riwayat penyakit penyerta adalah 5,0, dibandingkan 3,7 untuk kematian COVID-19 di antara orang yang tidak divaksinasi sepenuhnya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)