Kamis, 29 Jul 2021 11:04 WIB

Influencer Diduga Dapat Vaksin Ketiga, Padahal Cakupan Vaksinasi Baru Segini

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta. Vaksin Moderna. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Heboh seorang influencer mendapat suntikan dosis vaksin ketiga. Vaksin ketiga atau booster yang digunakan di Indonesia diketahui vaksin Moderna yang merupakan hibah dari Amerika Serikat.

Kabar ini muncul di tengah banyaknya daerah yang mengeluhkan stok vaksin menipis. Keterbatasan vaksin menjadi salah satu faktor penyebab cakupan vaksinasi di Indonesia masih rendah.

Juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan keterbatasan stok vaksin di sejumlah daerah terjadi karena vaksin datang secara bertahap dan tidak serentak.

"Beberapa daerah mengatakan mereka belum bisa memberikan vaksin karena vaksinnya belum dikirim dari pusat karena memang jumlah vaksin yang kita terima, yakni 150 juta dosis, masih 30 persen dari kebutuhan kita," kata dr Nadia dalam dialog daring, Rabu (28/7/2021).

Kebutuhan vaksin di Indonesia adalah sekitar 462 juta dosis untuk memvaksinasi sekitar 208 juta penduduk. Vaksin COVID-19 disebut akan datang secara bertahap pada bulan-bulan berikutnya untuk mengatasi kekurangan stok.

Cakupan vaksinasi masih rendah

Dari target 208 juta sasaran vaksinasi, baru 22,11 persen yang menerima dosis pertama atau sekitar 46 juta orang. Sementara untuk dosis kedua baru diterima sebanyak 19 juta orang atau sekitar 9,29 persen.

Cakupan vaksinasi untuk kelompok lansia juga masih sedikit. Dengan target 21 juta penerima, baru 22 persen atau 4,8 juta di antaranya menerima dosis pertama.

Untuk wilayah dengan cakupan vaksinasi dosis pertama tertinggi ditempati oleh Bali dengan 88,43 persen disusul DKI Jakarta (84,56 persen), Kepulauan Riau (63,02 persen) dan DI Yogyakarta (36,77 persen).



Simak Video "Vaksin Moderna untuk Booster Nakes akan Diterima Pekan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)