Kamis, 29 Jul 2021 14:26 WIB

Ada JKN-KIS, Ibu Pengidap Darah Tinggi Ini Bisa Rutin Cek Kesehatan

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Peserta JKN-KIS Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Warga Dusun Panti Raya, Desa Suka Jaya, Kecamatan Tempunak Atin (39) mengaku sangat terbantu karena biaya pengobatan rutinnya lebih murah dengan bergabung menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia pun bisa rutin memeriksakan kesehatannya.

Pasalnya, ia yang saat ini didiagnosa mengidap penyakit darah tinggi yang diharuskan untuk rutin memeriksakan kesehatannya setiap bulan di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat. Atin mengaku penyakit itu sudah dideritanya selama dua tahun belakangan.

Bahkan, pada 2019 lalu, dirinya pernah drop dan dilarikan ke RSUD Ade M. Djoen Sintang. Setelahnya, dokter meminta Atin untuk rutin mengecek kondisinya di faskes terdekat. Meski awalnya khawatir dengan biaya untuk medical check up setiap bulan namun kini ia lebih lega.

"Sejak darah saya lebih dari 200 dan dibawa ke rumah sakit Sintang, saya langsung mendaftar jadi peserta BPJS Kesehatan, mulai dari kejadian itulah saya terus membawa kartu JKN-KIS untuk pemeriksaan kesehatan saya selanjutnya," ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

Setiap bulan, Atin rutin memeriksakan diri ke Puskesmas Sungai Durian. Di sana dia memeriksakan tekanan darah dan mengambil obat. Sejak menjadi penerima manfaat dari JKN-KIS, peserta dari segmen mandiri ini tak pernah absen memeriksakan kesehatannya.

"Berobatnya jadi rutin, tekanan darah juga terkontrol dan stabil, dihitung-hitung biayanya jadi lebih murah," ujarnya.

Kini, Atin telah bergabung menjadi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Sungai Durian. Sebuah program kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Puskesmas dengan tujuan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien bagi pasien penderita penyakit kronis.

Usai mendapat manfaat dari JKN-KIS, ia pun menyampaikan harapannya untuk meningkatkan layanan jaminan kesehatan kesehatan nantinya. "Semoga kedepannya lebih baik lagi, layanannya juga ditambah, biar peserta lebih mudah mengaksesnya," pungkasnya.

(ega/ega)