Kamis, 29 Jul 2021 14:42 WIB

Sempat Dicabut, 5 Negara Ini Kembali Wajibkan Masker Usai COVID-19 Menggila

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Beberapa negara sempat mencabut aturan memakai masker. Hal ini dikarenakan kasus Corona yang mulai terkendali.

Namun, akhir-akhir ini varian Delta mulai menyebabkan kekacauan di berbagai negara. Beberapa negara pun dilaporkan kembali mewajibkan warganya menggunakan masker karena lonjakan kasus akibat varian Delta.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut 5 negara yang kembali mewajibkan aturan masker.

1. Israel

Israel adalah salah satu negara yang bisa dengan cepat memperluas cakupan vaksinasi COVID-19 hingga lebih dari setengah populasi warganya. Pada bulan Februari lalu, Israel mulai melonggarkan kebijakan pembatasan, dan di pertengahan Juni orang-orang berhenti memakai masker.

Hingga kemudian varian Delta muncul dan kasus COVID-19 kembali meningkat. Israel mencatat kasus tertinggi dalam empat bulan terakhir pada hari Selasa (13/7/2021), dengan 754 kasus baru.

Kepala satuan tugas respons pandemi Israel, Nachman Ash, menuturkan kepada radio setempat bahwa aturan wajib masker diberlakukan kembali setelah lebih dari 100 kasus baru tercatat setiap hari dalam empat hari terakhir.

2. Amerika Serikat

Amerika Serikat sempat mengizinkan warganya untuk melepas masker dengan syarat sudah mendapat dua dosis vaksin Corona, berkumpul dengan teman yang sudah divaksin, dan menghindari kerumunan.

Secara nasional kasus COVID-19 di AS masih dianggap rendah dibandingkan sebelumnya. Hanya saja beberapa negara bagian mengalami lonjakan kasus hingga akhirnya kembali menerapkan kebijakan pakai masker.

3. Belanda

Belanda dilaporkan mulai melonggarkan kebijakan pembatasan pada akhir Juni 2021. Masker ditinggalkan dan para pemuda dibebaskan untuk keluar rumah.

Sejak saat itu kasus COVID-19 di Belanda meroket, mencapai tingkat tertinggi sejak Desember tahun lalu. Karena derasnya kritikan, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte akhirnya meminta maaf dan kembali menerapkan kebijakan pembatasan.

4. Korea Selatan

Korea Selatan (Korsel) jadi salah satu negara pertama di Asia yang dianggap berhasil mengendalikan pandemi. Pada bulan Juni Korsel mengumumkan orang yang sudah divaksinasi tidak lagi wajib memakai masker dan bisa berkumpul.

Kini Korsel menghadapi lonjakan kasus COVID-19 terburuk yang pernah dialami. Akhirnya pemerintah kembali menerapkan pembatasan. Di Ibu Kota Seoul, orang-orang dilarang bertatap muka dengan lebih dari satu orang pada jam 18.00 ke atas.

5. Perancis

Perancis sempat melonggarkan kewajiban memakai masker pada Juni lalu. Namun dalam dua pekan terakhir, Perancis kembali mengalami lonjakan kasus akibat penyebaran varian Delta. Pemerintah pun mulai menerapkan kebijakan menggunakan masker.

Bahkan, sejumlah tempat wisata seperti menara Eiffel mewajibkan pengunjungnya untuk membawa 'paspor' bebasCOVID-19 seperti hasil tes yang negatif dan sertifikat vaksinasi.



Simak Video "Indonesia Kantongi Lebih dari 141 Juta Dosis Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)