Kamis, 29 Jul 2021 23:07 WIB

Viral Kabar Vaksin Berbayar di Klaten, Pemkab Pastikan Hoax

Achmad Syauqi - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto: iStock
Klaten -

Warga Kabupaten Klaten belum seluruhnya mendapatkan vaksinasi. Total warga yang sudah tervaksin baru mencapai 216. 370 orang.

"Data tanggal 27 Juli kemarin total kumulatif dosis pertama 127.351 atau 12,65 persen. Kemudian dosis kedua 89.019 atau 8,84 persen," jelas Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Cahyono Widodo pada wartawan di GOR Gelarsena, Kamis (29/7/2021) siang.

Dari jumlah yang tervaksin sebanyak itu, kata Cahyono, ada dari berbagai kalangan. Mulai dari tenaga kesehatan, pekerja sektor publik, lansia dan lainnya.

"Ya sesuai dengan instruksi. Ada lansia, petugas pelayanan publik, tenaga kesehatan dan lainya dan ini terus berjalan," sambung Cahyono.

Menurut Cahyono, vaksinasi terus digalakkan melalui tiga pilar. Tiga pilar itu TNI, Polri dan dinas kesehatan yang merupakan satu kesatuan.

"Tiga pilar itu TNI, Polri dan dinas kesehatan yang merupakan satu kesatuan dalam tugas pemerintahan saat ini. Ini yang perlu diketahui masyarakat, " papar Cahyono.

Dalam vaksinasi, jelas Cahyono, dari Pemkab fokus pada lansia sampai petugas pelayanan publik. Di Klaten target warga yang akan divaksinasi sebanyak 980.000.

"Targetnya 980.000 an ya di fakses-faskes. Untuk anak sekolah belum karena tergantung petunjuknya," imbuh Cahyono.

Cahyono Widodo juga menyampaikan pada Rabu (28/7) terdapat 380 pasien yang dinyatakan sembuh. Ada penambahan 244 pasien terkonfirmasi dan 19 pasien meninggal dunia.

"Dengan penambahan itu, jumlah kumulatif COVID-19 di Klaten menjadi 28.260 kasus, dari jumlah tersebut 3.639 menjalani perawatan/ isolasi mandiri, 22.636 sembuh dan 1.985 meninggal dunia," rinci Cahyono.

Terpisah Kasi Surveilans, Karantina kesehatan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Mentes Hartanti membantah ada kabar vaksinasi karyawan toko Sami Laris membayar uang untuk vaksinasi di RS. Kabar tersebut sudah dicek dan hoax.

"Ngga ada sama sekali, kita gratis. Kemarin saat pelaksanaan kami mendengar adanya info tersebut, kemudian langsung kita tindaklanjuti baik ke RS serta toko dan berita tersebut tidak benar," jelas Mentes pada detikcom via pesan WhatsApp.

Pimpinan toko Sami Laris, Candra juga membantah adanya kabar tersebut. Kabar tersebut tidak benar.

"Tidak ada itu. Semua gratis tis dan semua karyawan toko kami sudah divaksin," kata Candra ditemui di tokonya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)