Jumat, 30 Jul 2021 11:41 WIB

Corona Menggila, Hunian Bed Pasien COVID-19-ICU di Thailand Membludak

Ayunda Septiani - detikHealth
Otoritas Thailand memulangkan sejumlah pasien positif virus Corona (COVID-19) dari ibu kota Bangkok ke kampung halaman mereka dengan menggunakan Kereta Api. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Thailand mengeluarkan peringatan atas kurangnya tempat tidur rumah sakit dan fasilitas isolasi di Bangkok. Peringatan pada Kamis (29/7/2021) itu dikeluarkan ketika kasus dan angka kematian COVID-19 melonjak.

Thailand saat ini tengah berjuang untuk menahan kasus baru yang dipicu oleh varian Delta. Angka infeksi dan kematian yang melonjak telah membuat sistem perawatan kesehatan meregang.

Meskipun provinsi-provinsi yang terkena dampak paling parah ditempatkan di bawah pembatasan ketat dan jam malam, Thailand pada Kamis mencatat kasus harian baru dengan 17.669 kasus dan 165 kematian.

"Saya berbicara terus terang. Kami tidak memiliki cukup tempat tidur di rumah sakit," kata Somsak Akkasilp, Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan, dalam konferensi pers, seperti dikutip dari laman AFP.

"Di rumah sakit besar, semua (unit perawatan intensif) terlalu sibuk. Mereka memiliki 10 tempat tidur untuk ICU tetapi mereka harus menangani 12 kasus ICU," ungkapnya, seraya dengan menambahkan bahwa petugas medis memindahkan pasien kritis dari ruang gawat darurat begitu tempat tidurnya dikosongkan.

RS di ibu kota memiliki kapasitas untuk 1.000 pasien baru setiap hari. Tetapi Somsak mengatakan mereka telah melampaui jumlah itu, dengan 4.000 kasus baru tercatat pada Kamis di ibu kota saja.

Somsak menambahkan, pihak berwenang mulai merekomendasikan untuk isolasi rumah untuk kasus-kasus yang lebih ringan, ada masalah dengan penyediaan obat-obatan kepada mereka.

Selain itu, fasilitas isolasi dan karantina kota semakin terisi, dan otoritas metropolitan bekerja sama dengan rumah sakit swasta untuk menyediakan lebih banyak tempat tidur.

"Tetapi saya harus berbicara terus terang. Tidak peduli berapa banyak kita meningkatkannya, itu tidak akan cukup untuk wabah saat ini," tegas Somsak.

"Kita belum tahu apakah pandemi ini sudah mencapai puncaknya. Kita harus meratakan kurvanya," tambahnya.

Thailand telah melaporkan lebih dari 561.000 kasus virus Corona dan 4.562 kematian.

Tonton video 'Corona di Thailand Menggila, Seribu Biksu Mulai Divaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/naf)