Jumat, 30 Jul 2021 21:03 WIB

Round Up

Moeldoko dan Sederet Kontroversi COVID-19, Ivermectin hingga Vaksin Nusantara

Firdaus Anwar - detikHealth
Profil Moeldoko Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beberapa kali jadi sorotan terkait COVID-19. Bermula dari dukungannya terhadap obat Ivermectin, sampai yang terbaru vaksin Nusantara

Moeldoko pada awal bulan Juni lalu diketahui membagikan ribuan paket obat Ivermectin ke beberapa kota untuk membantu pengobatan pasien COVID-19. Moeldoko mengklaim Ivermectin telah terbukti manjur nyaris 100 persen menyembuhkan pasien.

"Dalam menghadapi situasi krisis sekarang ini? Kita apakah harus diam? Menurut saya tidak. Kita harus berbuat sesuatu, diam ada risiko kematian. Melakukan sesuatu belum tentu mati. Sebuah pilihan. Pilihan yang bijaksana melakukan sesuatu," kata Moeldoko dalam sebuah webinar pada hari Senin (28/6/2021), selaku Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Di Kota Tangerang, Jakarta Timur, Depok, Bekasi menghasilkan tingkat kemanjuran yang hampir di seluruh daerah mendekati 100 persen untuk menurunkan COVID-19," ujarnya.

Tindakan Moeldoko ini menuai kritikan pakar kesehatan karena Ivermectin sebenarnya belum mendapat izin dipakai dalam terapi COVID-19. Sejauh ini obat antiparasit tersebut baru digunakan pada pasien COVID-19 dalam rangka uji klinis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sampai memberikan klarifikasi bahwa Ivermectin bukan obat COVID-19. BPOM melarang semua pihak mempromosikan dan menggunakan Ivermectin secara sembarangan karena ini sebenarnaya adalah obat keras.

Mengingat Ivermectin adalah obat keras dan persetujuan EAP bukan merupakan persetujuan Izin Edar, maka ditekankan kepada Industri Farmasi yang memproduksi obat tersebut dan pihak manapun untuk tidak mempromosikan obat tersebut, baik kepada petugas kesehatan maupun kepada masyarakat," tulis keterangan resmi BPOM, Rabu (21/7/2021).

Indonesia Corruption Watch (ICW) menuding Moeldoko sengaja terlibat mempromosikan Ivermectin karena ada hubungan dengan perusahaan yang memproduksinya. Hal ini direspons oleh Moeldoko yang meminta ICW menunjukkan bukti.

"Kalau dalam 1x24 jam sejak press release ini kami sampaikan, ICW dan saudara Egi tidak membuktikan tuduhannya, tidak mau mencabut pernyataannya, dan tidak bersedia minta maaf kepada klien kami secara terbuka, dengan sangat menyesal kami akan laporkan kasus ini kepada yang berwajib," kata Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, pada Kamis (29/7/2021), seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Tidak lama, Moeldoko kembali jadi sorotan karena menunjukkan dukungannya untuk vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Lewat unggahan foto di Instagram, Moeldoko menunjukkan dirinya sedang menerima dosis vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto.

"Sebuah inovasi dari anak bangsa untuk berperan serta dalam mengatasi pandemi Covid-19. Biarlah saya ikut mencoba dulu sebagai dukungan pada kerja keras anak bangsa. Semoga dukungan saya ini tidak diasumsikan macam-macam," tulis Moeldoko.

Vaksin Nusantara sendiri adalah salah satu terapi COVID-19 kontroversial yang sampai saat ini belum selesai menjalankan uji klinis. BPOM tidak memberi izin uji klinis fase II vaksin Nusantara karena proses sebelumnya dianggap masih belum memenuhi kaidah penelitian.

Vaksin Nusantara diklaim dr Terawan aman dan bisa menghasilkan antibodi yang sifatnya bertahan seumur hidup.



Simak Video "Potret Moeldoko Saat Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)