Jumat, 30 Jul 2021 21:10 WIB

Pemerintah Pastikan Stok Vaksin Aman, Tak Ada yang Terbuang & Hilang

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Vaksin Jakarta Foto: Rifki Nugroho
Jakarta -

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan tidak ada stok vaksin COVID-19 yang terbuang atau hilang. Ia menyebut pasokan vaksin dalam kondisi aman.

"Hingga saat ini stok vaksin COVID-19 di Indonesia cukup untuk digunakan dalam beberapa waktu ke depan. Jadi jika ada pemberitaan yang menyebutkan stok vaksin dibuang, itu tidak benar. Stok vaksin COVID-19 yang ada saat ini membuktikan pasokan vaksin COVID-19 di Indonesia dalam kondisi aman dan stok tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi," tegas Arya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Ia menjabarkan hingga saat ini, Indonesia telah mengamankan 174,6 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk dan siap pakai, termasuk 1,5 juta vaksin Sinopharm bentuk bulk yang diterima pada hari ini. Di bulan Agustus 2021, rencananya pemerintah akan mendatangkan 45 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer.

"Dengan rencana dan stok yang sudah diamankan, Indonesia bisa memastikan pelaksanaan vaksinasi di Agustus aman dan bisa ditingkatkan untuk memenuhi target. Tentunya penggunaan vaksin tersebut akan diatur oleh pemerintah," jelas Arya.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengimbau pelaksana vaksinasi membuat penjadwalan vaksinasi dengan tepat. Tujuannya agar masyarakat dapat memperoleh suntikan vaksin pertama dan kedua sesuai jadwal.

"Di tengah tingginya minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, kami menghimbau pelaksana vaksinasi di seluruh Indonesia agar dapat mencermati pengaturan jadwal yang telah disediakan oleh pemerintah pusat agar jadwal vaksinasi dapat kita jaga dengan baik sesuai dengan ketersediaan vaksin yang kita terima secara bertahap dari produsen vaksin sampai Desember 2021," terang dr. Nadia.

Ia mengulas vaksinasi harian hingga akhir Juli 2021 telah menyentuh angka rata-rata 1,1 juta dosis per hari. Dengan skema kedatangan vaksin saat ini, diperkirakan laju vaksinasi bisa menyentuh angka 2 juta dosis per hari di Agustus nanti.

Disampaikan dr. Siti Nadia, Kementerian Kesehatan berencana mendorong laju vaksinasi di 54 Kabupaten/Kota di wilayah aglomerasi di Jawa Bali. Dengan menggandeng pemerintah daerah, TNI/POLRI, lembaga lain, dan swasta, Kemenkes meyakini akan menggenjot cakupan vaksinasi dosis pertama untuk 70% masyarakat.



Simak Video "Mau Cek Stok Vaksin Covid-19 di Daerahmu? Ini Caranya..."
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)