Jumat, 30 Jul 2021 22:26 WIB

Sertifikat Vaksin PeduliLindungi Bakal Jadi Syarat Masuk Restoran!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Proses vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta. Para tenaga kesehatan mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berencana akan menerapkan aturan wajib vaksinasi COVID-19 untuk mengunjungi tempat publik, seperti restoran, dalam 2-3 minggu ke depan. Sertifikat vaksin bisa ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi.

Selain data vaksinasi COVID-19, aplikasi tersebut juga bisa merekam data tes Corona PCR maupun swab antigen sebagai syarat perjalanan antar kota. Airlangga mengatakan kini pemerintah sedang menyiapkan integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan data vaksinasi dari semua daerah.

"Seluruhnya bisa di-capture dengan PeduliLindungi. Ini tahap pertama yang sedang disiapkan dalam 2-3 minggu ke depan," jelas dalam pemaparannya di konferensi pers FK UNAIR, Jumat (30/7/2021).

Sampai saat ini, aplikasi PeduliLindungi baru diunduh oleh 15 juta orang di Indonesia. Angka tersebut masih jauh dari total penduduk yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19, yaitu lebih dari 48 juta orang.

Untuk itu, pemerintah terus mendorong agar masyarakat untuk mulai menggunakan aplikasi tersebut. Sebab, ke depannya mobilitas penduduk akan bergantung pada status vaksinasinya.

"Sehingga, tentu dengan integrasi ini seharusnya tempat-tempat umum ataupun restoran, pada saat orang mau masuk harus dicek barcode-nya dan itu bisa terhubung untuk diketahui bahwa yang bersangkutan sudah divaksin atau belum," kata Airlangga.

"Ke depannya, seluruh mobilitas itu bergantung pada mereka sudah divaksin atau belum divaksin, itu harus dibedakan," pungkasnya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)