Sabtu, 31 Jul 2021 07:00 WIB

Tak Selalu Harus Sebadan, Ini Bagian Tubuh yang Wajib Terpapar Saat Berjemur

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Ilustrasi wisatawan di pantai bali, berjermur, menikmati pantai. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Berjemur adalah salah satu cara alami untuk mengoptimalkan produksi vitamin D pada tubuh. Meski terlihat mudah, ternyata berjemur tidak bisa dilakukan sembarangan.

dr Arief Budiyanto PhD dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMKM UGM) menjelaskan sinar UVB pada matahari memiliki peran dalam mengoptimalkan vitamin D pada tubuh. Berdasarkan penelitian, waktu dengan indeks UVB terbaik ada pada pukul 10.00-13.00 WIB.

Selain indeks UVB, orang yang sedang berjemur juga perlu memerhatikan bagian tubuh mana saja yang harus terkena sinar matahari. dr Arief menjelaskan, minimal punggung telapak tangan dan wajah terkena sinar matahari.

"Wajah dan punggung telapak tangan jam 10, dua puluh menitan (lama berjemur) juga udah merah. Artinya gak boleh lebih dari 20 menit. 10 menit cukup 3x seminggu," ujar dr Arief dalam diskusi 'Kebal Covid': Fakta dan Mitos Vitamin D.

Semakin banyak bagian tubuh yang terkena sinar matahari langsung atau tanpa terhalang pakaian, maka semakin sebentar pula waktu berjemur yang dibutuhkan.

dr Arief juga menyarankan masyarakat untuk tidak menggunakan sunblock atau tabir surya saat berjemur. Pasalnya, tabir surya sangat menghambat proses penyerapan sinar matahari ke tubuh.

"Misalnya pakai sunblock SPF 30. Itu artinya waktu berjemur harusnya 30x20 menit (lama jemur seharusnya) bisa jadi 600 menit," ujarnya.

Tak kalah penting, intensitas sinar matahari atau UV Index juga perlu jadi perhitungan saat berjemur. Makin tinggi UV Index, makin tinggi risiko kulit terbakar jika kelamaan berjemur.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Yang Perlu Diperhatikan Saat Berjemur Agar Dapat Hasil Optimal"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)